Sunday, October 31, 2010

Yuk nanjak yuk

How-To-Climb-Hillson-a-Mountain-Bike-Veteran-Training-Triathlon-Training Denger kata tanjakan, beberapa disini pernah eneg, ogah suruh nanjak lagi. Pernah gue tanya sama 1 bapak2 umur hampir 60 tahun yang salip gue di tanjakan terakhir menuju Bandrek. "Apa sih Pak tips2nya supaya kuat di tanjakan?" Jawabnya: "Euweuh Wil. Boseh we (Gak ada Wil, kayuh aja terus <dalam bahasa Sunda>).
Halah, lagi2.
Tapi ternyata memang ada beberapa tips yang bisa sangat membantu lho. Hehehe, tanjakan gak akan sama lagi kok.
Gue coba share aja dari sudut pandang gue ya. Hal ini sangat personal, karena masing2 akan punya kemampuan dengan komfortabilitas yang berbeda2.
SEPEDA.
1. Yang pasti, buat gue untuk bisa ke Lembang lewat Dago Bengkok 1, apalagi 0, Gear inches kudu minimal paling tidak 20". Akan sangat baik kalo dibawah 20". Eh, ntar dulu, gear inches itu apa ya?
Gear inches adalah jarak yang dilakukan oleh roda dalam 1 putaran 360 derajat. Hal ini berhubungan dengan gear yang digunakan. Caranya: jumlah T dari crank depan x lingkar roda (inches)/gigi pada sproket belakang. Misal nih, kita pake MTB, untuk nanjak kan kita perlu gear yang paling ringan nih, kombinasinya adalah crank depan pasang di paling kecil, lalu sproket belakang di paling gede. Nah, itu paling enteng. Betul dong. Misal crank depan kita adalah 44/32/22. Ban MTB standardnya 26". Sproket belakang misalnya 11-34T. Otomatis komposisinya jadi 22 x 26 / 34 = 16.8 inch. Nah, cukup kan?
BADAN.
1. BERAT BADAN. Yang pasti makin ringan badan kita, makin kuat nanjak kitanya, secara otot kita mikul beban badan kita lebih ringan. Tapi bukan berarti yang berbadan besar gak akan kuat. Ya hitung2 jantung lebih sehat lah. Kalo di tour de france, standard mereka (King of Mountain) adalah 2pounds per inch tinggi badan. nah, udah gue konversi, untuk tinggi badan gue 173cm, kira2 berat ideal harusnya 62kg. Marco Pantani (alm), salah satu favorit gue of all time King of mountain di tour de France, berat dia saat tour biasanya lebih berat dari standard yang disebut diatas, tapi pada saat masuk mountain stage, dia udah dalam berat idealnya. Makanya punya sepeda mahal, biar tambah kenceng dan tambah kuat nanjak. Lucunya kita bisa bela2in beli komponen yang ringannya beda cuman 1kg dengan harga selangit, ketimbang nurunin berat badan kita 1kg. Hahahahaha. Haiyaahh. Lupain deh pasal ini. SENSITIP!!!
2. PACE. Ini perlu dijaga saat nanjak, atau akan black out. Jadi atur nafas, dan jalanin tanjakan seSANTAI MUNGKIN. kalo memang perlu sampe 3km/jam, do it. Temen gue di tanjakan Niagara falls (Di daerah lembang ada 1 tanjakan uedan banget, pendek tapi najis curamnya. Gue pake gear yang teringan, dan berdiri, pedal gak bisa gue tekan dengan berat badan gue sendiri (80kg)), dia sampe nanjaknya 1 putaran crank, trus diam (trackstand), lalu putar lagi, diam lagi, dst, sampe atas. Ingat, jangan terpengaruh dengan temen kita yang lebih kuat dari kita. Kadang, saat ditanjakan kita disalip, kita rasanya pengen salip balik, nah, bahayanya kalo endurance kita gak imbang sama yang salip kita, ok, there you go. Tumbang beneran, dan black out. Kalo pun kita bisa ngejar, gue milih posisi nempel dibelakang dia, dan imbangi pace-nya. Bila kondisi headwinds, kita akan nanjak lebih enteng, kenapa? karena dia yang ngalangin angin buat kita. Kalo gak, ya biarin aja, ditinggal dia.
TEKNIK.
Nah biasanya ini yang lebih gampang di apply, daripada suruh nurunin berat badan. hahahahaha.
1. GRUP OTOT. Kita tau bahwa otot yang bekerja paling berat adalah otot paha pada saat bersepeda. Ternyata kita bisa atur kerja otot ini. Bagian paha kita, terdapat 2 group otot besar. Bagian atas dari paha, disebut quadriceps, dan bagian otot di belakang paha, yaitu hamstring. Kalo dari namanya aja kita tahu bahwa Quadriceps terdiri dari 4 otot besar (Quad). Nah, logikanya harusnya Quadriceps lebih banyak kerja dong di tanjakan, tapi kenapa malah hamstring yang sering sakit di tanjakan ya?
Posisi pantat kita terhadap saddle mempengaruhi kerja 2 otot ini. Bila posisi duduk kita rada ke belakang (sisi belakang saddle, most of time posisi duduk kita seperti ini. Kenapa? karena paling nyaman. Iyalah bagian belakang saddle kan yang paling lebar buat nampung pantat kita yang super lebar), maka yang bekerja adalah hamstring. Bila kita majuin posisi duduk, duduk di ujung saddle (di nose), yang kerja adalah quadriceps. Sebenarnya cara ini membantu kita supaya roda depan juga gak selalu naik, jadi di bagian tanjakan curam, posisi pantat maju ke ujung saddle, ini sekaligus membantu roda depan kita gak terangkat. Kebayang gaakkk?? Nah, ketauan yang gak kebayang gak pernah nanjak yaaa??!! hahaha.
Jadi untuk big hill, pake quad, tapi ati2, kalo panjang banget, otot quad ini mbok ya dikasih napas juga, sesekali geser pantat ke belakang buat hamstring, lalu majuin pantat maning kalo kira2 hamstring udah mulai berasa panas. Sisanya diatur badan masing2 ya, jangan sampe kelebihan.
2. CADENCE. Cadence adalah RPM (rotation per minute), jadi jumlah kayuhan kita per menit. Rata2 yang normal sih sekitar 90rpm. Tau gak makin tinggi cadence kita, sebenarnya kerja otot makin ringan. Kalo bahasa Sunda sih suka bilang: ngicik. Untuk bisa mencapai cadence yang tinggi, kita perlu perhatikan crank arm. Panjang crank arm akan mempengaruhi gerakan cadence kita. Rata2 MTB panjang crank-arm adalah 170mm. Karena MTB cenderung ringan, jadi ngiciknya juga gampang. Berbeda dengan road bike, butuh power, jadi dengan crank-arm yang panjang, di dapat juga momen yang besar. Prinsip pengungkit, makin panjang, makin ringan. Ati2 ya, cadence ini sangat berpengaruh dengan Heart Rate kita. Yang pasti dalam porsi bukan endurance training ya, jangan masuk zona 3 (anaerobic zone). Jaga heart rate kita di zona aerobic aja (zona 2). Ya kalo lagi training, then go anaerobic dong.
3. TIMING. Selalu harus dalam waktu yang tepat untuk pindah gigi. Gue biasanya sebelum tanjakan yang pasti pake low gear untuk nurunin Heart Rate ke aerobic zone (duh yang ini dulu pernah gue bahas kalo gak salah), jadi kira2 masuk zona 2, di 150-160, gak mau lebih dari situ. Lalu pindah gigi ke yang rendah (low gear, sproket besar, crank kecil), nah, lalu pelan2 nanjak deh. Kalo stamina gak kuat, jangan berharap pake momen, dengan awalan yang kencang dengan harapan jarak yang ditempuh at least lumayan jauh di tanjakan, hm, gue gak setuju, karena HR kita udah tinggi disitu, dan paling kita dapat gak sampe 1/3 hill juga, sementara sisanya hanya akan menyiksa. Balik lagi ke bagian PACE, pelan aja. Bila udah sangat berat, coba lah buat target kecil, "ah, sampe batu itu ah", begitu lewat, "nah pohon itu nextnya", dengan jarak yang relatif pendek, misal 3m-5m, dst.
MENTAL.
Ini yang terakhir gue bahas, karena 80% dari kemampuan kita nanjak datang dari sini. Sisanya BS (bullshit!!). Hahahaha.
mental ini yang terutama mengenai motivation dan determination yang menentukan kita bisa sampe atas atau gak.
Membangun Komitmen.
1. Pasang target. Abis ini kemana, dst. karena ini building confidence juga. Bila kita bisa nanjak 40km. Untuk flat road 100km, tutup mata deh. Hari ini, Paimo, setelah nanjak di Himalaya, udah gak ada tantangan suruh nanjak dari Sadang sampe Lembang. Karena pernah achieved yang terberat.
2. Pantang menyerah. Nanjak di dalam hujan deras? siapa takut. Hari ini cuman kuat 3km nanjak. Gak papa, besok balik lagi. Gak kuat, jangan Give Up. Buat diri penasaran, kok gue gak bisa sih, besok lagi ah. dst. Semua mulai dari bawah kok. Gak ada teknik yang lebih jitu daripada ngeyel ama tanjakan.
3. Tau diri. Ya dengan latihan, performance kita pasti akan meningkat. Sejalan dengan itu percaya diri terhadap tiap tanjakan juga meningkat.
Ibarat ikan cupang Brazil, sekali dia menang, confident banget buat menang lagi. percaya dirinya nambah dong.
Jadi inget dulu pernah di tanjakan terakhir dago bengkok yang menuju ke Lembang gue lewatin, terengah2, dengan gowes hanya di kecepatan 2.7kmh. Disebelah gue ada anak2 kecil, pulang sekolah, dia jalan ngiringin gue. Mulai dari gak sadar, sampe akhirnya curiga, kayanya dia emang sengaja ngikut gue deh. Dalam hati, sialan, nih anak maunya apa sih, ngikutin gue, hahaha. Buyar banget konsentrasi gue. Menjelang puncak pertama, abis tenaga, pikir ah berenti dulu dah. Eh, ternyata tuh anak berenti juga nungguin. wadaw, pas gue mulai lagi, sempet rada datar, pikir gue ngebut ah, biar gak kekejar, walah, napas udah abis, kecepatan yang gue dapat hanya 7kmh, sampe bingung, segini aja??? damn, dia (anak2 itu) lari ngejar gue, astaga, lagi2 dia disebelah gue. Disitu gue langsung down. hahahahaha.
Terakhir adalah hasil dari bersepeda nanjak. Otot2 paha terasa panas. Kalo ini kali pertama, biasanya besoknya sakit. Istirahatin 1 hari, lusanya gowes moderate aja. supaya gak keterusan sakitnya. Inget, endurance dari tanjakan gak kita dapatkan saat kita nanjak lho, tapi justru saat kita resting. Resting ini bila disertai dengan gizi yang bagus buat otot, akan membentuk serat2 otot yang baru yang mana massanya akan bertambah, sehingga akan makin kuat.
Nah, besok udah siap nyoba deh.
Happy gowes yaa.
Willy Theodorus
'It's not a successful climb unless you enjoy the journey. ~Dan Benson
disadur dari tulisan Om Willy di milis canigowes@yahoogroups.com

Report Gn. Pinang Fun Bike

Gn Pinang1
Mohon maaf sebelumnya kalo penyampaian laporan ini tidak dalam bentuk format PDF, JPG atau yang sejenisnya karena dikhawatirkan pembajakan......ha ha ha....


L A P O R A N (baca cepetnye jadi LAPORAN Juga kali.....)

Menimbang :

Banyaknya tuntutan akan arus bawah yang mengakibatkan aliran darah keotak rada2 kenceng sehingga perlu adanya dibuat refressing maka pada hari sabtu yang lalu akhirnya sebagian kecil member C3 ini menjalani terapi melancarkan aliran darah dari otak ke seluruh badan dengan menggunakan salah satu jurus terkenal didunia kangkaw "Turunan Tanpa Bayangan Baca TTB".......
Sabtu 30 October 2010 kemarin adalah tahap awal dari 9 tingkatan yang akan dilalui untuk menguasai teknik jurus "TTB" tersebut perserta yang akan direndam dalam cairan magma kawah Gn Pinang selama 9X biar gosong.....ha ha ha..
Mengingat:
Kondisi peserta yang masih relatif muda2 walaupun ada juga yang udah jompo ha ha ha...maka panitia penerimaan siswa mendata sebagai berikut :
Gn Krueng2
1. Om Febby Knolly

2. Om Anto SC Driver 8
3. Om Anto Lucky7
4. Om Ray Tracer
5. Om Dede Gianto
6. Om Franky UZZI
7. Om Donny UZZI
8. Om Jamal Spez
9. Om Ogel Polygon
10. Om Ajeb Demo 7
11. Om Pram Commie
12. Legend Sky Walker

Peserta fun bike berangkat dari Jakarta pada jam 06:00 dengan titik pertemuan di rest area daerah tangerang.
Kegiatan ini juga merupakan undangan dari Direktur Utama PT. KRAKATAU STEEL yang mengundang team dari C3 + JDC untuk merancang trek baru DH/XC  plus segala fasilitas yang perlukan di Gn KRUENG.
Kira2 akan dibikin hampir mirip dengan yang di Cidokom (Long Horn) yang integrated fasilitas trek, penginapan, parkir area shower dll.
Jadi konsep international deh gitu mirip2 seperti diluar negeri dengan view kanan Laut dan kiri pengunungan.
Menurut Direktur PT. Krakatau Steel fasilitas tersebut agar segera terwujud pada awal maret tahun depan yang mereka akan anggarkan sebesar 1.5 Millyar untuk pembuatan trek serta fasilitas pendukungnya.
Team C3+JDC dijamu oleh Direktur di Cafe makan2 deh...walaupun niat kesana mau main ke Gn Pinang tapi apa daya undangan makan lebih menggairahkan.
Akhirnya kita jadi Kuliner dulu ke Cafe dijamu oleh jajaran PT. Krakatau Steel, dan tepat pada jam 11:45 sebagian team menuju ke Gn Pinang untuk melakukan Ritual "TTB" dengan meninggalkan 2 orang "SANDRA" Om Anto + Om Ogel sebagai negosiator dari Team.
Kondisi peserta yang sudah diisi full tank oleh nasi+sop ikan+krupuk+ayam menjadikan kekuatan tersendiri yang akan dipakai pada latihan "TTB" di Gn Pinang tersebut.
Kondisi trek yang habis diguyur oleh hujan pagi harinya menyisakan sedikit lintasan yang licin disiang hari, namun hal itu tidak menyurutkan niat peserta untuk mempelajari teknik "Turunan Tanpa Bayangan" tersebut.
Ilmu ini sangat sulit apalagi ditambah oleh lintasan yang lumayan licin...banyak yang seperti di MotoGP ....."Sliding", namun kondisi trek yang dihiasi oleh hutan, tanah dan akar2 menjadikan kenikmatan tersendiri yang sulit dibayangkan sekaligus aman buat NuBie....
Keseluruhan peserta, Allhamdulillah selamat dan senang diadakan latihan "TTB" di Gn Pinang untuk pertama kalinya.
Next akan diadakan kembali kegiatan serupa disamping menindak lanjuti keinginan dari Direktur KS nantinya.
KESIMPULAN:
Akan diadakan latihan lanjutan di Gn. Pinang sekaligus pemantapan kerjasama dengan PT. KS untuk Gn. KRUENG Cilegon.
Kondisi trek latihan yang mirip dengan Cikole namun dengan sedikit tambahan yang tentunya lebih nikmat lagi.....
Ilmu "TTB" ini terbuka untuk umum baik muda maupun tuwir....karena yang dicari adalah Fit and Fun saja bukan untuk sombong2an...
Akhir kata, kami mengundang ke khalayak ramai untuk menghadiri latihan bersama di Gn. Pinang dan Gn. Krueng (apabila sudah siap) yang waktunya akan ditentukan kemudian.
L-A-P-O-R-A-N  S-E-L-E-S-A-I


H. Galih I.
C3 Chapter Rafless

Wednesday, October 27, 2010

Tip Dasar Bersepeda MTB

ada saduran dari artikel di majalah MBA mengenai teknik dasar dalam mtb.

Trudyan,
Ride beside you



Teknik dasar ini cukup singkat namun sangat diperlukan ketika kita mulai bersepeda gunung. Bagi beberapa orang, tips ini mungkin terdengar sangat sederhana & mudah, tapi untuk orang lain bisa sangat berguna. 

Selalu berkomitmen untuk gowes tetap pada satu trek atau jalur. Ini berarti bahwa kita butuhkan beberapa langkah ke depan untuk berpikir dan menetapkan jalur mana yang akan kita lalui. Jika kita ragu misalnya karena kita takut melihat hambatan yang di depan kita, cukup sering terjadi bahwa setelah itu sesuatu yang salah akan terjadi. Pindah jalur secara mendadak membuat keseimbangan hilang, postur tubuh kita akan berubah, karena kita ragu dan takut tentang akan apa yg akan terjadi kemudian. Terutama akan melewati trek menurun, jika kita ragu di tengah jalan, kita pasti akan jatuh. Selain membahayakan diri sendiri juga akan membahayakan goweser di belakang kita.
Berpikirlah 2-3 langkah ke depan. Jangan fokus pada suatu rintangan dalam waktu yang lama. Selalu waspada akan sesuatu hal berikutnya yang akan terjadi dan bagaimana reaksi yg akan kita lakukan.
Jangan mengunci pandangan kita pada goweser di depan kita. Salah-salah malah kita akan terperosok pada lubang yang baru saja dihindari goweser di depan kita atau malah menubruk gundukan batu yg baru saja dihindari goweser depan.. Lihatlah 2-3 meter didepan kita. Jangan fokus pada roda depan kita atau roda belakang goweser di depan kita. Selalu menjaga jarak aman dengan goweser didepan kita. Jangn terlalu jauh juga, bisa-bisa ditinggal J 
Pindahkan gigi ke yg lebih ringan saat melintasi jalur pasir, air ataupun lumpur. Pindahkan beban tubuh kita ke roda belakang agar ban belakang punya “gigitan” ke permukaan trek. Jangan menekan tuas rem karena hanya akan menyebabkan kita kehilangan traksi yg sudah sedikit
kita miliki. Tetap tenang dan ikutin saja gerakan sepeda. Ini akan membuat ban depan “melayang” mengikuti permukaan jalur dengan keseimbangan tetap terjaga.
Geser pinggul kebelakang menjauh dari sadel ketika melewati jalur menurun yg curam. Hal ini akan memungkinkan lebih banyak waktu untuk bereaksi terhadap rintangan yang tidak terduga. Selain itu, bila kita lepas kontrol dari sepeda, akan lebih mudah untuk jatuh ke belakang sepeda daripada “terbang” di atas handlebar (over the bar). Sedapat mungkin gunakan rem belakang saja dan hindari roda belakang sampai mengunci.
Jangan mencengkram handlebar terlalu kencang. Ini akan membuat tangan & tubuh bagian atas kita tegang membuat kita lebih cepat letih. Santai tapi tetap menjaga agar tangan tidak lepas dari handlebar.
Jangan meletakkan ibu jari di atas handlebar. Ini akan membuat kita mudah kehilangan cengkraman pada handlebar saat kita merasakan goncangan yg keras.
Sedikit menekukkan siku dan longgarkan bahu. Tapi jangan sampai membungkuk. Hal ini akan membantu dalam menyerap guncangan yang kita alami saat gowes.

Uphill Sentul-Bojong Koneng 23 Oct 2010

Pagi cukup cerah walau diselingi sedikit air hujan yang jatuh dan awan mendung masih menyelimuti cakrawala mengantar keberangkatan menuju Meeting Point di Exit Sentul.
Singkat cerita kami 12 goweser berkumpul untuk sedikit re-view trek yang akan dilalui beserta di iringi doĆ¢€™a yang terucap dalam hati untuk memulai keberangkatan menaklukan Tanjakan yang ada.
Terima kasih buat Om Teuku, Om Hendri-Bagol & Om Gema, Om Joe-Giant, Om Febby & Om Sugi, Om Mada, Om Budi-Pulung, Om Alianto, Om Damar, Om Agus, yang telah membuat Project ini dapat terlaksana.
START diawali dengan cerah-nya langit dan wajah-wajah pagi goweser untuk memulai Trek Tanjakan Landai pertama, area BELANOVA menuju Kawasan Wisata TAMAN BUDAYA dan seperti biasa Om Ali menjadi subject dimana meluncur lebih dahulu dan seterusnya menghilang tanpa mengetahui kemana arah-nya ;)))
Tiga kali MISS-Call tanpa jawaban, akhirnya rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Bojong Koneng dengan harapan Om Ali berada di jalur yang benar, dan dapat kami temukan kemudian - HILANG LAGI deh Hick!
1KM perjalanan dengan nafas yang masih ter-engah-engah ditengah menaklukan tanjakan ke-dua terdengar TULALIT TULALIT saya angkat telephone, DAN.... Hueyaaah!!! BENER AJA Om Ali menyatakan bahwa beliau masih berada di sekitar Taman Budaya, tanpa mengetahui arah mana yang harus dilalui ;))))
ILMU KUDU pertama dikeluarkan (KUDU nyerok Om Ali yang masih tertinggal jauh dibelakang.
Akhir-nya rombongan terpecah dimana Kwalitas Dengkul yang dipakai cukup beragam hehehehe... ;) yang semua tertuju kesatu jalan (yang memang cuma satu-satunya) menuju titik NOL, yang pertama saya temui Om Febby yang sudah terlihat tanpa tenaga sedang menuntun tunggangan-nya (yang sebelum-nya sempat bertetemu Om Fahmi yang sedang asyik menikmati BONUS TURUNAN dimana kami berada di jalur sebalik-nya).
Istirahat sejenak dengan keputusan memakai ILMU KUDU ke-dua, KUDU Meng-EVAKUASI Om Febby untuk langsung menuju ke titik NOL dengan menggunakan OJEK.
Perjalan dilanjutkan Saya & Om Ali bertemu Om Gema & Om Sugi yang ternyata Om Sugi juga harus DI-EVAKUASI menuju titik NOL dengan menggunakan OJEK (walau pada akhinya beliau turun di minus 1KM menuju titik NOL dengan ditemani Om Damar).
Gak terlihat dari Awal tanjakan Om Agus yang sudah melesat jauh lebih dulu (karena kami bertemu beliau di saat kami mencapai titik NOL).
Setelah semua berkumpul kembali (minus Om Agus & Om Febby yang sudah berada di titik.NOL) kami melanjutkan perjalanan, baru saja hitungan menit DAN... KLOTAK KLOTAK KLOTAK - ILMU KUDU ke-tiga keluar (KUDU nyambung rantai Om Gema yang putus hehehehe...)
BRAVO Om Mada & Om Teuku yang sudah menaklukan dari sekian banyak-nya Tanjakan yang ada (seperti yang saya pernah katakan, bahwa manaklukan tanjakan bukan berarti gak turun pedal, tapi bagaimana dapat menyelesaikan Trek yang ada sampai Finish) NOTE - gak termsuk yang pakai OJEK Hick!
BRAVO juga Om Hendri-Bagol  & Om Gema yang sudah menjadi Sweeper, untuk memastikan semua anggota tetap berada di jumlah 12 Goweser (terima kasih juga buat DISCOUNT makan-nya).
BRAVO lagi Om Febby, sayang ya FOTO si PINKy blurr :)))
Di titik.NOL 12 wajah ceria gower terlihat seperti tadi pagi setelah di isi beberapa Gorengan, Pisang dan air minum, Om Febby juga sudah terlihat pulih dari kelelahan-nya dan terbukti sudah bisa curi-curi moment dengan camera-SLR-nya, itu loh... orang yang berada di sebelah saya yang serba PINK hehehehe.... ;)
Lanjut.... MENUJU FINISH - seperti biasa semua seperti gak punya UDEL, terus NGACIR.... nguenceng-nguenceng semua jeh ;))) dan masih di isi semangkuk MIE AYAM GOLEK SPECIAL... di garish FINISH.
OVER-ALL Project 3SKS dapat diselesaikan dan semua LULUS.
(kecuali yang naik OJEK).
Salam to Next Another Project
BH-nya TT

Sunday, October 24, 2010

Reportase Gowes Fun Bike To Cikole 23 October 2010

       

Setelah diwarnai oleh banyak provokasi pada hari jum'at sebelumnya yang ditandai oleh banyaknya curahan rahmat Allah SWT yang menyiram bumi tercinta ini disamping laporan review2 BMKG yang dilansir oleh media local khusus C3.
Mungkin banyak om semua yang mulai "RAGU-RAGU ICUX" buat gowes besok ke Cikole......
Namun dengan semangat "PERGI UTUH PULANG UTUH" kita berangkat dari gerbang Puri Sriwedari kediaman Kakang Mas Anto sang penunggang Driver 8 pada jam 06:05 WIBC....
Komposisi konvoy awal adalah : Om Yani, Om Anto, Om Wisnu (Rising Star), Om Irwan (Kota Wisata) termasuk dengan Legend dong pastinye.......
Kang Asep tilpun ternyata beliau juga sudah di tol jagorawi lebih dahulu bareng dengan om franky...
Rombongan masuk Tol Jagorawi pada jam 06:08 WIBC....langsung tancap gas menuju ke Bandung, namun ditengah perjalanan tiba2 sepeda Demo 8 mulai miring  sehingga kami harus membetulkan posisi sepeda tersebut biar tidak jatuh (mungkin mau deketan dengan Driver 8, atau mau ganti kali ya yang 2011 he he he)....
Pada Km 45, coba contact om Slamet untuk menanyakan posisi rombongan Bukit Golf yang berangkat memakai kendaraan trasporter keren yang bisa muat sepeda+orang dengan pake AC......
Kontak2 ternyata rombongan Bukit Golf tidak jauh dari rombongan Puri Sriwedari....malah sempet2nya foto sepeda kita yang bawa di Ranger Kangmas Anto.....
Rombongan Bukit Golf beranggotakan : Om Slamet - Waket C3, Om Rudi, Om Fredy, Om Temy dan Om Hendra.
Pada jam 08:15 WIBB rombongan tiba di Masjid daerah Setra Sari yang ternyata disana sudah ada om Reza, Om Anto L7, Om Aldi+Anaknya, Kang Asep and Om Franky.
kemudian rombongan start menuju ke Cikole Tangkuban Perahu..Sepanjang perjalanan on road ke atas Tangkuban perahu, saya membayangkan kalau rombongan om Toto juga ikutan ke Cikole namun start dari Masjid di Gowes terus sampe ke Cikole pasti enak tuh....walaupun banyak asap mobil tapi minimal tercover oleh dinginnya suhu sehingga membikin segar badan.
sepanjang perjalanan kita juga melihat banyak goweser bandung yang nanjak ke arah Cikole, jadi next bisa dibikin gowes gabungan AKAP ke Bandung-Cikole.
Sampai di Cikole pada jam 09:45 WIBB, kita mulai merapatkan barisan untuk memulai rangkaian inagurasi rolling di trek DH Cikole kemudian dilanjutkan trek Cikole 2 (DH Imut imut banget) sampai gate depan lagi.
Total panjang trek dari Cikoleh 1 ke Cikole 2 lebih kurang 3 Km...
Kondisi cuaca dilaporkan mendung tapi bukan berarti hujan deres...
Lap awal rolling rombongan berlangsung dengan mulus walaupun ada yang mencoba melakukan teknik late braking/sliding kayak pembalap MotoGP (Rossi)....Om Yani beberapa kali sliding dikarenakan menurut yang disyuting karena tekanan angin ban yang belum dikurangi sehingga teknik sliding tersebut bisa dilakukan..
Kang Asep sebagai mentor teknik sliding mencatat record 5X sliding dari Demo 8 Om Yani....
Ternyata om Irwan juga ikutan sliding dan komplain kok nggak enak ya sepeda saya.......eh pas ketahuannya pas ada sesi setting suspensi yang dilakukan oleh Om Aldi Bandung, ternyata sepeda om Irwan lupa dinaikin travelnya dari 100 - 180 (Fox Talas 36) jadi sepanjang jalan Cikole 1 ya perasaan seperti mau numbhawk aja deh wong travelnya disetting 100 doang bukan ke maximum 180
Ronde ke 2 mulai dari Cikole 1 sampai ke Cikole 2 lagi, kemudian rombongan ketemu rombongan om Riva, Jemmy (H4), Badeur (Wilman) dan banyak temen2 yang ikutan UKDI...mereka lanjut ke tempat lain mencari sensasi turunan hutan2.....naik tetep pake pick up dong ah..
Di sesi terakhir Cikole, om wisnu mencoba drop di finish line yang berupa double top.....digowessss.....droppp...eh pas turun kebanyakan nggakat keatas rodanya jadi inget om Redi buat kejadian yang sama....mungkin keentengan kali sepedanya ya...
Tapi walaupun om wisnu jatuh ditanah finish line, Allhamdulillah tidak terjadi apa2 malah kata ke om wisnu tanahnya empuk banget ya...jatuh juga masih aman...(sama seperti om Eddy ketua C3 bilang...."Cikole Aman")
Jam 13:05 rombongan makan siang diwarung emak dan sudah tersedia hidangan Ayam Goreng, Ikan Tongkol, Jengkol Goreng, Tahu, Tempe serta lalapan + Sambal.....makannya pake piring kaleng kayang Romusha banget ya ha ha ha......
Tapi nikmat banget makan diwarung hutan sebelum turun ke arah Jayagiri....
Setelah puas menyantap hidangan emak, rombongan baru meluncur turun dihutan Jayagiri, Prikitiew dimulai....mulailah dinikmati turunan yang landai dan sedikit teknikal di hutan Jayagiri......
Om Freddy dan Om Wisnu dibelakang mengikuti nikmatnya turunan hutan Jayagiri, pertengahan perjalanan mulai om Freddy tangganya lemes buat menekan handle rem, begitu juga om wisnu yang woke banget turunnya sampe lupa pegel2 tangannya neken handle rem terus.....akhirnya sampai juga diperkampungan tempat warung Tutut berada.....namun dikarenakan kelupaan ibu yang punya warung tutut tidak berjualan (rombongan kecewa deh.....).
Rombongan Bukit Golf akhirnya mendahulu untuk segera pulang tanpa berinstirahat di warung tutut karena ditunggu di
Dilanjutkan kembali ke final destination akhir yaitu tempat Parkir Masjid Setra Sari........sedikit melalui jalan on road...
namun kita coba sedikit mungkin di jalan on road yang bahaya banyak mobil dan motor, kita masuk2 kampung sampai ke arah Masjid.
Dijalan, tiba2 kang mas anto Driver 8, ban belakangnya kempes karena tekanan angin ban yang lupa dikembalikan ke normal setelah diturunkan untuk mendapatkan grip di tanak cikole, sekarang masuk jalan on road dan kampung yang kebanyakan aspal, dan beton cor.
karena susah untuk mengganti ban dalam akhirnya kang mas anto dievakuasi pake pick up...he he he...padahal dikit lagi sampe Masjid...
Akhirnya kita rombongan sampai dengan selamat di Masjid Setra Sari tanpa kurang satu apapun....(kecuali ban sepeda om anto yang kempes di 1/4 terakhir).
Terima kasih untuk om semua yang telah meluangkan waktunya untuk ikutan trip AKAP ke Cikole bandung walaupun waktunya cukup singkat, mungkin akan kita adakan lain waktu yang lebih lama waktunya.......dan mohon maaf apabila kurang berkenan he he he..kayak EO aja...
Salut buat semangat pantang menyerah om2 semua....

Salamgowesgogreen....
Galih - Legend

Saturday, October 16, 2010

Menuju KM 0 Bojong Koneng


IMG00135-20101016-0852 Setelah minggu lalu batal gowes ke Bukit Pelangi karena motor power window mobil terbakar ketika baru saja meninggalkan rumah di Address, akhirnya hari ini kesampaian juga bisa bersama-sama teman-teman goweser C3 menuju KM 0 Bojong Koneng Bukit Pelangi. Om Toto yg sejak seminggu lalu mempromosikan rencana gowes berhasil mengajak teman-teman untuk mencoba gowes nanjak nan asyik, atau boleh disebut paket gowes fun uphill..hehehehe. Teman-teman goweser yang turut serta kali ini adalah Om Mada, Om Dadang Marta (Damar), Om Joe Giant, Om Wisnu, Om Ivan Bintaro (ex Addresser), Om Bimo Citra Gran, dan saya sendiri. Om Toto kali ini bertindak sebagai road captain, mentor, dan rescuer... semua diborong..hebat euyy om TT.

clip_image002Ada sesuatu yang lain ketika kita bertemu dan berkumpul di start point…ada wajah baru disana…wah rupanya si wajah baru itu adalah Om Bimo, goweser Chapter Citra Gran yang baru saja bergabung dengan C3 di milis C3 beberapa hari yang lalu…SELAMAT BERGABUNG OM BIMO DAN SALAM KENAL DARI KAMI GEROMBOLAN SIBERAT..HEHEHE. Om Bimo hadir dengan peralatan gowes anyarnya..si hitam glossy Merida Matts TFS 100…cakep euyyy (bertambah lagi anggota Merida Fan Club nih…hayo lapor ke Om Beni!).
clip_image003clip_image004clip_image005clip_image006
Dan ternyata masih ada sesuatu yg tampak berbeda dari biasanya, upss…Om Damar menunggangi sepeda yg tidak biasanya dia gunakan, wwoww..sepeda baru rupanya…selamat ya om Damar utk new Trance-nya…wah..makin seru aja nih dunia persepedaan komunitas C3 tercinta ini.
Kami berkumpul di start point di Ruko Andatu (Ruko Niaga), kita-kira 500 meter jaraknya dari Mal Sentul Belanova. Kita berkumpul dan membentuk lingkaran kecil dan melakukan briefing singkat untuk memberikan pengenalan track yang akan kita tempuh. Lantas kita awali niat gowes hari ini dengan berdoa bersama. Start dilakukan pukul 07.00 WIB. Gowes diawali dengan suasana santai dan diselingi obrolan kecil diantara kami. Track menanjak landai sehingga masih bisa dilalui dengan relatif santai. Kemudian setelah satu kilometer kita masih menemui bonus turunan landai juga yg lumayan panjang. Dan setelah itu perlahan namun pasti jalur menurun dan jalur datar tidak pernah dijumpai lagi…hihihi…Gowes uphill berikutnya dilakukan dengan irama dan ritme yang teratur, dan relatif stabil untuk mengefisiensikan putaran pedal. Tidak ada satupun tawa riang muncul lagi…suasana mendadak senyap…yang terdengar hanya suara degup jantung dan bunyi napas masing-masing…hwuakakakakak. Memang gowes uphill juga memiliki teknik tersendiri, emosi harus stabil, tidak boleh terbawa nafsu untuk gowes cepat karena pasti tenaga akan terkuras dengan cepat, putaran pedal harus stabil, speed juga harus stabil, gear harus diset sesuai dengan irama masing2, dan seterusnya, selebihnya bisa dibaca di tutorial cara gowes uphill yg baik di majalah dan situs gowes dunia..hihihi.
Rombongan kemudian mulai terurai, dan beberapa rekan sudah mulai tercecer dibelakang ketika menemui tanjakan 30 derajat, Om Toto beberapa kali turun ke bawah untuk menemani mereka. Kemudian setelah menemui warung yang ada kira-kira di pertengahan jalur, beberapa teman memutuskan bersitirahat disini dan menyantap makanan kecil. Ada teman yang memutuskan untuk tidak beristirahat dan terus melanjutkan putaran pedalnya setelah ‘termotivasi’ oleh seorang lady goweser cantik dan seorang anak remaja yang gowes beriringan yang sejak start tidak pernah berhenti dan kayuhan pedal mereka terlihat sangat ringan dan efisien. Wuihhhh…senang sekali bisa beriringan dengan mereka…
Panorama di kiri dan kanan jalan sering ‘menggangu’ konsentrasi karena keindahannya, viewnya cantik, banyak sekali lembah yang diatapi oleh langit yang biru. Memang hari ini cuaca relatif cerah, sehingga Gunung Salak pun terlihat dengan jelas. Inilah kelebihan track uphill ini yang membuat kita ingin selalu kembali kesini.
Kurang lebih 2 km sebelum finish point, dan ketika asyik gowes uphill sambill berjuang mengatur irama gowes, tiba-tiba ada suara yang sangat mengagetkan dari goweser yg sedang beristirahat di tepi jalan…”WHOOIII!!” serunya, dan rupanya empunya suara itu adalah Om Ray Allan…Sahabat Gowes C3 yang keren itu…hehehe…Namun dengan sigap pula saya jawab “NANTI AJA DI DEPAN DI TEMPAT FINISH, TANGGUNG!!!..”
Akhirnya perjalanan gowes berakhir di KM 0 Bojong Koneng Bukit Pelangi (Rainbow Hill), tepat diujung pertigaan, dimana ke kiri menuju desa Bojong Koneng, dan arah kekanan menuju Gunung Pancar dan Pondok Pemburu. Jarak  tempuh dari start point adalah 11 Km. Ada sebuah warung yg dijadikan tempat beristirahat oleh para goweser. View dari tempat ini juga luar biasa, didepannya terhampar tebing perbukitan yang tinggi dan lagi hijau….segar sekali udara dan view disini. Kita saling melakukan toss dan ucapan selamat satu sama lain setelah berjuang keras dan akhirnya dapat menikmati sajian indahnya pemandangan alam di tempat ini.
Tidak berapa lama kemudian Om Ray beserta 5 orang rekannya tiba dan rupanya mereka berniat ke Gunung Pancar. Namun sempat dia berujar: “Kalau tahu begini mending gue diantar ke Km 0 pake mobil”…hwuakakakakak
Rombongan kecil goweser C3 pun akhirnya satu persatu akhirnya memasuki garis finish dengan ekspresi penuh kemenangan. Selamat untuk Om Mada, Om Damar, Om Wisnu, Om Bimo, dan Om Ivan yang sudah berjuang keras dan berhasil gowes fun uphill ke KM 0 untuk pertama kalinya. Bravo!!!!
Di warung KM 0 ini kami bertemu dan sempat berbincang dengan sang lady goweser cantik dan remaja pria tadi. Rupanya sang lady adalah ibu dari sang remaja, dan mereka hampir tiap minggu gowes di jalur ini…WELADALAHHH….pantesan aja gowesnya mantap! dan sang ayah rupanya telah lebih dulu tiba di sini. Hebat! satu keluarga kompak dan kuat gowesnya.
clip_image007Juga di KM 0 ini kami bertemu dengan rombongan Suzuki yang rupanya pernah ikut acara Gowes bareng Mandiri Citra Gran dan juga telah mencoba jalur c3 sebelumnya. Selidik punya selidik ternyata mereka rekan kerjanya Om Eddy Susanto Ketum C3…hehehe…dunia ini sempit! Nah rombongan Suzuki ini punya kelebihan dibanding rombingan yang lain; ada seorang anggotanya yang menggunakan sepeda single speed dan juga menggunakan rigid fork…gile bener! mau dong dengkul kayak gitu!

 
Setelah berisitirahat sejenak kami kemudian kembali ke start point lewat jalur yang sama, dan sempat berfoto-foto di lokasi dengan panorama yang ciamik.
clip_image008clip_image009clip_image010clip_image011clip_image012clip_image013clip_image014clip_image015clip_image016clip_image017clip_image018clip_image019 clip_image020clip_image021clip_image022clip_image023clip_image024clip_image025clip_image026clip_image027clip_image028
Sungguh menyenangkan gowes hari ini.
Salam Gowes
Hdk

Wednesday, October 13, 2010

Kategori Bersepedanya Om TT

Sedikit tulisan yang mudah-mudahan berguna buat kita semua. 

IMG_3928 blue sky Ada beberapa kategori bersepeda, dan yang saya ketahui antara lain Fun Bike, Cross Country, Up-Hill, All-Mountain, Down-Hill, seperti-nya dari 5 jenis ini yang lebih dikenal dan familiar buat kita.

FUN BIKE - Untuk kategori ini dijamin semua jenis sepeda dapat kita gunakan, dan tidak ada batasan umur (cowok/cewek, anak2, orang dewasa, kakek/nenek semua bisa ikut), selain bisa berkumpul dengan teman, FUN sudah pasti dan Sehat juga didapat, apalagi kalau bisa dapat hadiah-nya ehm… bukan main senang-nya ;)

Kadang FUN-Bike buat kita identik sekali dengan sebuat Even besar, padahal dengan komunitas kecil-pun bisa dilakukan (Gowes + Kuliner).

Bahaya/Kecelakaan??? BISA/SEDIKIT sekali kemungkinan untuk ini, karena biasanya kecepatan sepeda hanya sekian KM/jam saja, karena lebih bersifat kebersamaan yang ujung-ujung-nya mudah-mudahan hadiah-nya jatuh ke gue hick!.

CROSS COUNTRY - Untuk kategori ini semua umur (cowok/cewek, anak2, orang dewasa, kakek/nenek semua masih bisa ikut),, hanya jenis sepeda sudah mulai ditentukan (XC-Hardtail/Fulsus), walau ada juga beberapa yang masih memakai jenis sepeda RETRO (jenis sepeda Merk FEDERAL - dulu ngetop banget dah) hanya kurang nyaman kalau harus melalui Trek Off-Road atau Makadam/berbatuan, karena Fork yang digunakan solit atau tidak menggunakan shockbreaker.

Bahaya/Kecelakan??? BISA terjadi jika tidak menggunakan sepeda yang bukan peruntukan-nya, karena untuk kategori ini sudah mulai dituntut tekhnik dan kepiawaian si pengendara dalam bersepeda, antara lain : Permainan Siffter (pemindahan GIR - bahasa gampang-nya gitu deh) sudah mulai lebih aktif, keseimbangan badan juga sudah mulai dituntut di-saat melintas Trek Of-Road kering maupun basah, Trek mendaki/menurun.

ALL-MOUNTAIN - Untuk kategori ini di dominasi oleh cowok/cewek dewasa seperti-nya(mungkin kita sangat familiar denga trek untuk kategori sepeda ini RA/TW1/TW2/TW3.

Bahaya/Kecelakaan??? BISA banget jika kita tidak menggunakan jenis sepeda yang juga sudah mempunyai spesifikasi khusus, artinya travel fork diatas 120mm, Full-Sus, ukuran Ban dst… sampai dengan pemakaian Body Protector, karena Trek yang disuguhkan lebih di dominasi oleh turunan Off-Road, Makadam/berbatuan dengan konsisi basah/lembab.

Kepiawaian si pengedara jelas lebih di utamakan, dimana ke-seimbangan badan dan konsentrasi juga di tuntuk banyak.

UP-HILL - Untuk Kategori ini (cowok/cewek, orang dewasa, kakek/nenek semua masih bisa ikut) hanya umur sudah mulai di batasi (mungkin max.65th kali ya) dan sepeda yang digunakan lebih spesifikasi lagi, mulai jenis sepeda-nya sampai komponen-nya itu sendiri, ukuran Ban, HandleBar, TravelFork, sampai-sampai berat dari sepeda itu menjadi bagian terpenting (untuk jenis sepeda MTB).

Bahaya/Kecelakaan??? BISA terjadi dimana dan kapanpun, jika tidak dapat mengukur kemampuan/memaksakan diri untuk tetap bertahan tidak berhenti, terus aja nge-gowes disaat kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan (biasa-nya berhubungan dengan JANTUNG) lebih di sarankan untuk selalu memakai alat pengukur pacu jantung jika ada, kalau tidak ya harus berfikir secara rasional aja deh ;) kapan saat-nya berhenti untuk ber-istirahat. Manaklukan Tanjakan, bukan berarti nge-gowes tidak berhenti sampai Finish/TOP-nya.

DOWN-HILL - Untuk Kategori ini lebih khusus lagi dan khusus buat yang muda-muda aja kali ya, selain SEPEDA-nya, HARGA-nya, sampai PERLENGAKAPAN-nya juga semua serba KHUSUS ;))) Gak banyak yang saya tahu untuk kategori ini.

Bahaya/Kecelakaan??? BANYAK walau kita sudah menggunakan sepeda yang memang untuk peruntukan-nya, dimana semua Trek turunan Off-Road dengan Single Trek dan Drop-Off (bener gak ya tulisan-nya), bahasa gampang-nya ajrut-ajrutan ;) Tekhnik dan kepiawaian sipengendara benar-benar di tuntut banyak dan lebih, dari cara berkendara sampai tekhnik melakukan drop-off yang benar.

Pada akhir-nya saya hanya dapat menghimbau kepada semua teman-teman C3, dari semua kategari ini tinggal kita yang pilih mau bermain dimana, dengan sepeda jenis apa, umur kita berapa, kemampuan kita bagaimana dan seterusnya, mungkin ini awal dari cara Mudah, Sehat & Selamat dalam bersepeda.

Gunakanlah sepeda yang memang untuk peruntukan-nya, kadang sengaja atau tidak justru kita yang melanggar dan mendekati bahaya yang berakibat mencelakakan diri sendiri.

Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam bahasa, mohon pencerahan dari para Dewan Suro, dan para Pakar Sepeda C3.

Salam Safety Riding, Fit and Fun.

BH-nya TT.

Berikut ini tanggapan Om Anang dan Om Yani terkait tulisan Om Toto di atas:

Dear All,
Sekedar menambahkan ulasan Om Toto yakni ada 3(tiga) cara agar kita dapat bermain sepeda dengan nyaman dan benar
1. Cara mendapatkan sepeda
2. Cara memelihara sepeda
3. Cara memahami sepeda dan bersepeda
Akan saya coba kupas satu persatu sbb:
1. Cara mendapatkan sepeda :
Yg ini jelas sudah tau semua gak perlu detail saya jelaskan yakni datang ke penjual sepeda dan atau dapat hibah. Selain itu hukum nya Haram serta dapat kena deportasi dari republic C3 ke Republik tetangga untuk proses KUHP
2. Cara memelihara sepeda :
Yg ini juga gak perlu panjang penjelasan karena setelah punya sepeda tentu akan gaul dengan sesama goweser
dan akan terjadi komunikasi hal2 persepedahan termasuk pemeliharaanya tapi yg penting setelah memiliki sepeda harus di pake jangan di angkrakin krn Itu termasuk tidak memelihara dll
3. Cara memahami sepeda dan bersepeda:
Nah yang ini perlu saya kupas tuntas tentang berbagai hal2 dan pandangan2 serta uraian2 sehingga kita rakyat
Republik ini punya pemahaman cukup dan tidak salah. Namun masalah ini akan coba saya Paparkan nanti di Majalah C3 edisi pertama …………Penasaran kan...qiqiqiqiqqiqiiqiq
Note : kalo yg sudah punya bahan boleh silahken menjelasken tentang point 3

Salam Bodor
Anang

Om Yani wrote:

Ada yg kurang nih Om Anang, bagaimana cara tuker tambah yang baik. Misalnya kita pingin sepeda trek, tapi punyanya firebird.

Langkah 1. Cari temen yg mau firebird.
Langkah 2. Bujuk rayu temen supaya mau tuker firebird dgn rocky mountain.
Langkah 3. Cari temen yg punya sepeda trek.
Langkah 4. Bujuk rayu temen supaya mau pakai rocky mountain.
Langkah 5. Tuker rocky mountain dgn trek.
Langkah 6. Kalau bosen trek, ulang lagi ke langkah 1. Begitu dan seterusnya.
Prinsip utama tukar tambah adalah saling menguntungkan dan tidak boleh keluar uang. Gitu Om. Mantab kan. Hahahaha.....
Xixixi... Top dah om Anang.

Monday, October 11, 2010

TOURING ANOTHER PROJECT - Sabtu 09/10/10

Mohon maaf baru bisa nulis Laporan Lengkap dari TOURING ANOTHER PROJECT - Sabtu 09/10/10.
Dimulai buka lapak Selasa 05/10/10 di Milis Jahanam dan seperti biasa juga gak banyak yang merespon Project Touring ini ;))) sampai Jum'at at 17:00 saya hanya dapat 4 member yang kesemua wajah-nya sudah familiar banget untuk setiap Project yang saya tawarkan.
(maaf buat Om Ali - saya gak bermaksud ninggal Om loh) ;)))
Om Hendri (Bakmi Golek) - Om Hendy Syafaat - Om Joe.Giant - Om Budi Pulung, yang kesemua setia setiap saat (kaya REXONA aja) untuk temenin saya gowes di Project Touring kali ini.
Berangkat dari The Address at 06:00 tit, sampai di Gerbang masih belum terdapat tanda kehidupan dari yang tersebut di atas (lumayan jadi bisa ngelemesin otot, gowes wara-wari sambil menunggu mereka datang). 15 menit kemudian akhirnya muncul juga Om Hendri, Om Hendry Bakmi Golek dan Om Budi Pulung.
Langsung cabut jemput Om Joe.Giant di Bukit Golf, komplit sudah - review trek sejenak - berdo'a dan START...! at 06:30
10% Trek ke. Bukit Golf - Cibinong (via pingir TOL XC-trek Makadam & Single Trek, yang jarak tempuh -/+ 10KM bisa dilalui tanpa ada hambatan dan saya yakin semua member C3 sudah hafal banget jalur ini) - at 08:00
5% Trek ke.2 Cibinong - Citeurep - Conveyer - Jalan Raya Tajur (Full On-Road jarak tempuh -/+ 10KM dengan sedikit pemanasan untuk SESASI-nya TANJAKAN) pori-pori kulit sudah mulai membesar dimana butiran keringat sudah terlihat tanda-nya. SALUT buat Om Hendry Syafaat yang sempat tertinggal namun tetap semangat sampai di titik dimana kita semua berhenti untuk menormalkan kembali Pacu JANTUNG dan melenturkan OTOT - at 09:00
40% Trek ke.3 Jalan Raya Tajur - Desa Nangrak - Cibadak - Desa Karang Tengah (Full On-Road jarak tempuh -/+ 20KM kondisi Treck NAIK/TURUN (disini VIEW-nya bikin GREGETAN, Udara-nya SEGER BUANGET) dengan di himpit 2 BUKIT dan Persawahan, 3 buah KALI yang rasanya mau MANDI aja BYUUUURRR... ;)))
Peluh Keringat seakan gak terasa, setelah melibas beberapa TANJAKAN yang ada, yang sebelum-nya di kasih BONUS TURUNAN ASOY GEBOY ;)))
Om Hendry Syafaat sempat tertinggal lagi saat memasuki Desa Nangrak & Cibadak, SEMANGAT dan SEMANGAT lagi - at 10:00
Saya sempat agak meresa bersalah juga menyuguhkan TREK yang sepanjang ini dengan kondisi TREK yang beragam (dengan perkiraan 50% TREK TANJAKAN dari total Perjalanan) justru dari Om Hendry Syafaat yang minta di ulang Trek ini bulan depan, wuekekekekekekek....MUANTAP!!!! Salut salut salut....! 
15% Trek ke.4 jarak tempuh -/+ 5KM (Full On-Road + Makadam) dan masih ada 1 TANJAKAN AKHIR - NAJIIIISSS.... (tapi peruk gak bisa di ajak kompromi lagi - kita ber-5 sepakat untuk isi DOPING dulu) 5 Indomie + Telor, 20 Gorengan, 3 Kue, 4 Krupuk, 7 Botol Aqua, 2 POCARI rasa-nya lebih dari cukup untuk menaklukan TANJAKAN AKHIR ini ;))) - at 10:30
Kami sempat bertemu dengan 3 bikers dari Bogor (diatas 40th), titik finish menuju KOTA BUNGA ck ck ck ck ck....
Akhir-nya TANJAKAN AKHIR sudah ber-AKHIR :))) dengan HASIL semua TANJAKAN di libas ABIIIISSSS...
30% Trek ke.5 jarak tempuh +/- 25KM (On-Road/Makadam/Single Trek), akhir dari pejalanan panjang yang masih harus menempuh sekian KM lagi untuk bisa sampai dirumah ;)))) - at 11:30
Gak banyak kendala di trek ini, semua trek relatip DATAR untuk menuju jalan pulang (kami berpisah di Warung ONCOM) Om Hendri (Bakmi Golek) & Joe.Giant langsung Cabut, sementara Saya, Om Hendri Syafaat & Om Budi masih sempat menikmati dingin-nya ES TEH MANIS. at 13:00
NOTE : PERKIRAAN TOTAL JARAK TEMPUH -/+ 70 KM (sehubungan SpidoMeter Om Hendry tiba-tiba Mati di TREK ke.5)
Sampai ketemu di ANOTHER PROJECT berikut-nya.
Salam,
BH-nya TT

Wednesday, October 6, 2010

Pembentukan Pengurus C3 Periode 2010-2012

Captura on 10-06-2010 14-36-07 2 tahun lebih C3 exist didunia persepedahan tanah air, 2 tahun lebih juga C3 telah aktif menyatukan ratusan goweser dari berbagai club di seputaran Cibubur maupun dari club-club gowes dari beberapa daerah lain. Selama itu pulalah beberapa acara sudah digelar, diantaranya:
  • Jumpa Goweser I (JUMPA KOMUNITAS GOWESERS SE CIBUBUR), berlokasi di Perum The Address, pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2009, diikuti 400+ gowesers.
  • Jumpa Goweser II (JUMPA KOMUNITAS GOWESERS SE-CIBUBUR KE-2), berlokasi di Perum Bukit Golf, pada hari Minggu tanggal 7 Maret 2010, diikuti 800+ goweser
  • Jumpa Goweser III (Mandiri Gowes Bareng Di Cibubur, Family Fun Bike dan Gowes Offroad), berlokasi di Perum Citra Gran, pada hari Minggu tanggal 20 Juni 2010, diikuti 1500+ goweser
  • Turut dalam Pencanangan One Biker One Three di daerah Puncak bersama Kementrian Kehutanan
Semua acara di atas dilaksanakan dengan kepanitiaan ad hoc atau kepanitiaan dadakan atas inisiatif beberapa goweser C3. Acara-acara tersebut berlangsung dengan sukses berkat dukungan penuh seluruh wadyabala C3 dengan sumbangan tenaga, pikiran, materi dan support lainnya. Berkat acara-acara tersebutlah nama C3 semakin dikenal oleh dunia persepedaan tananh air, apalagi setelah berkali-kali media TV dan majalah meliput kegiatan C3.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, maka semakin dirasakan perlunya sebuah kepengurusan yang tetap dari komunitas tercinta ini, semata-mata untuk menciptakan sebuah komunitas yang semakin solid dan semakin tertata dengan baik. Komunitas kita tercinta ini telah beranggotakan sekitar 300an goweser (menurut milis yahoogroup) yang bergabung dengan sukarela untuk semakin membesarkan C3. Dengan anggota sebanyak itu maka sudah menjadi kewajaran untuk menertibkan tata kelola komunitas ini agar perjalanan komunitas ini terkawal dengan baik.
Dengan dasar pemikiran tersebut maka kemudian C3 melaksanakan pemilihan pengurus untuk pertama kalinya yang dibarengi dengan pembubaran kepanitiaan ad hoc dari acara Gowes Bareng di Bukit Golf dan di Citra Gran. Acara dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 3 Oktober 2010, bertempat di Resto Mang Engking di areal wisata Telaga Arwana, Cibubur. Acara tersebut dihadiri oleh para sesepuh (kami menyebutnya Dewan Syuro) dan goweser dari beberapa chapter. Total yang menghadiri acara ini adalah sekitar 70 goweser.
Acara dimulai dengan Gowes bersama di track Samson Kranggan dipandu oleh om Anang pada pukul 07.00 WIB dan tiba di Telaga Arwana pada pukul 09.00 WIB. Dilanjutkan dengan sambutan para ketua kepanitiaan ad hoc yakni Om Eddy, Om Slamet dan Om Cipto. Dan saat itu juga disampaikan pertanggungjawaban kepanitiaan dan juga pertanggunganjawaban keuangannya. Dewan Syuro juga menyampaikan sambutannya yakni Om Thamrin, Om Santoso, dan Om Anang. Pada kesempatan ini Om Mada juga didaulat sebagai salah seorang Dewan Syuro mengingat usia belia yang sudah terbilang senior. Floor pada saat itu langsung menyetujuinya. Selamat untuk Om Mada, semoga kehadiran Om Mada semakin memperkaya khasanah komunitas C3 ini. Setelah itu ditampilkan tayangan rekaman TV acara Gowes Bareng di Bukit Golf dan juga rekaman acara TV Night Ride dan Bakti Sosial sewaktu bulan Ramadhan yang lalu. Teman-teman goweser sangat antusia menonton tayangan ini. Beberapa kali teman-teman bersorak ketika wajah mereka tampil di tayangan tersebut. Suasanannya penuh dengan rasa persahabatan dan kekeluargaan…..duh senangnya hati ini, terasa berada di sebuah keluarga besar yang guyub, hangat, dan penuh canda.
Makan bersama siang itu semakin menghangatkan suasana dengan hidangan yang lezat diselingi dengan canda tawa dan ramah tamah.
Lalu tibalah saatnya pemilihan pengurus C3. Periode kepengurusan diusulkan 1 tahun saja, namun Dewan Syuro menyarankan untuk kali pertama ini kepengurusan ditetapkan dari 3 Oktober 2010 sampai dengan 3 Oktober 2012. Dan metode pemilihan dilakukan dengan musyawarah dan mufakat dengan kandidat yang diusulkan dari peserta yang hadir. Inilah Kepengurusan Cibubur Cycling Community periode 2010-2012 hasil dari pemilihan tersebut:
      • Ketua : Eddy Susanto
      • Wakil Ketua : Slamet Hidayat
      • Sekretaris : Prihandoko
      • Wakil Sekretaris: Dodo Abdullah
      • Bendahara : Ahmad Yani
      • Wakil Bendahara : Rudy Rao
Diiringi dengan doa dan harapan, marilah sama-sama kita dukung rekan-rekan kita tersebut dengan sepenuh hati untuk semakin memajukan komunitas C3, dan semakin menggiatkan aktifitas bersepeda di komunitas kita.
Foto-foto acara pemilihan pengurus C3 bisa dilihat di facebook group Cibubur Cycling Community di link berikut ini: http://www.facebook.com/group.php?gid=19105494978 (klik saja link ini)

Salam Kompak
HDK

Tuesday, October 5, 2010

Tips nanjak, intinya: EMOSI - harus di atur biar connect sama Ratio

 
Mountain_biking_uphill Oms, berikut ini master nanjak C3 : Om Toto Purwanto share ilmunya utk wadyabala C3
Saya coba ambil yang umum-nya aja ya Om ;)
Artinya :
Ke.1 Bisa karena biasa, pada awal jangan terlalu memaksakan Emosi sementara kita tidak memperhitungkan pada Kemampuan, awal-awal juga saya kepayahan tapi 2-3 kali dicoba bisa dilalui tanpa hambatan.
Ke.2 Perangkat pendukung juga diperlukan, tungangan HT lebih recommended, sepatu clit juga banyak membantu untuk kinerja otot supaya maximal (mengurangi terjadinya KRAM) sepeda gak perlu banyak accesories dan gak perlu mahal ;)))
ke.3 Jangan meng-gayuh sepeda langsung dengan kekuatan penuh, ingat semakin tinggi tanjakan semakin berat beban kaki kita untuk meng-gayuh sepeda, lakukan selangsam mungkin untuk meng-gayuh sepeda, jangan langsung menghabiskan gir terendah, sisakan 1 gir untuk spare disaat rute masih panjang dan kita masih punya sisa tenaga untuk menggunakan gir tersebut. 
Ke.4 biasa-nya kita selalu terpangaruh pada teman untuk tidak turun pedal, itu yang terjadi dan akhirnya bukan cuma turun dari pedal tapi justru lemah lunglai, berhenti sejenak lebih baik dari TTB, biarkan jantung kita berdekup senormal mungkin kemudian lanjutkan perjalanan, 1-2-3 kali kita coba pasti bisa tidak turun dari pedal (pertanyaan-nya mau seberapa jauh kita tempuh untuk bisa membuktikan kita mampu gak turun dari pedal wuekekekekek.... apa itu perlu???).
Ke.5 Untuk menakluk-kan Tanjakan bukan berarti gak turun dari pedal, tapi bagaimana kita bisa mengatur nafas dan jantung.
Hentikan meng-gayuh sepeda saat kuping terasa berdekup (maaf terasa agak budek dan nguap terasa ngantuk ).
Hentikan meng-gayuh sepeda saat dada tersasa panas.
Hentikan meng-gayuh sepeda saat bagian paha teresa bergetar dan sedikit kaku.
Ke.6 Jangan pernah memaksakan kehendak, Insya Allah kita pulang dengan selamat. 
Salam,
BH-nya TT

Monday, October 4, 2010

C3 Chapter Explorer Bukit Golf Gowes Jonggol-Bandung

clip_image012
Ide untuk melakukan perjalanan Jonggol - Bandung sebenarnya belum terlalu lama muncul, akan tetapi ide tersebut menjadi hasrat yang kuat ketika membaca pengalaman seorang goweser yang sendirian dengan Seli-nya melakukan perjalanan yang sama,  hanya bedanya starting pointnya di Mc Donald Cibubur.
Setelah melempar ide kepada brothers explorer, mayoritas menyambut baik ide tersebut akan tetapi kita belum menentukan kapan tanggal pelaksanaan. Seminggu menjelang lebaran, saya berani memutuskan untuk berangkat tanggal 2 Oktober 2010. Maka di posting lah rencana tersebut di BB Group Explorer. Konfirmasi keikutsertaan datang pertama kali dari Bro Panji, kakak saya hehehe, yang selalu setia mengawal petualangan gowes saya, kemudian berturut-turut Bro Rau dan Bro Freddi, Bro Hendra, Bro Puh, Bro Arsya dan Bro Asman.
Awalnya kami akan berangkat, tanggal 1 Oktober pukul  7 malam dari Citra Indah Jonggol, akan tetapi berubah menjadi tanggal 2 pukul 1 dini hari. Peserta yang semula berjumlah 8 orang satu per satu mengundurkan diri yaitu bro asman, Bro Hendra dan Bro Fredi. Dua nama terakhir membatalkan keikutsertaan pada saat terakhir  karena alasan yang sangat kuat, Bro Hendra sakit dan Bro Fredi ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Tetapi ada kejutan yang sangat menyenangkan dengan hadirnya Om John dalam rombongan kami, sungguh berkah karena akhirnya kami didampingi oleh mekanik dan rekan goweser handal. (Thx Bro Arsya). Jadi Rombongan final explorer yang berangkat adalah Temmy, Panji, Rau, Ridwan, Arsya dan John.
Mobil yang mendampingi kami berjumlah 3 unit, dan kami memulai loading sepeda pukul 23 .00 tanggal 1 Oktober. Pukul 01.30 rombongan meninggalkan Bukit Golf dengan diantar oleh rekan2 yang tidak bisa ikut (Bro Didit, Bro Fredi, dan Bro Agung). Sebelum berangkat kami mengisi energi di Mc Donald Cibubur.
Pukul 02.00 kami berangkat menuju Citra Indah Jonggol, tiba di sana sekitar 20 menit kami langsung merakit sepeda. Tepat pukul 02.42 kami berangkat setelah berdoa bersama dipimpin sesepuh explorer Ustadz Ridwan.

clip_image001clip_image002clip_image003clip_image004clip_image005
Rute awal Jonggol - Cariu, kami sangat menikmati udara segar dan dinginnya cuaca dini hari, wuuiiihhh sungguh nyaman suasana hati kami saat itu, ditambah dengan jalur yang banyak bonusnya alias lebih banyak turunan dan jalan datar. Kurang lebih setelah 25km gowes, kami sepakat untuk menunggu Shubuh di Mesjid As Syukur. Kami sholat, istirahat, makan bekal yang kami bawa, serta foto2 pastinya hehehe sebagai kenang2an.
Tepat pukul 5.45 kami berangkat lagi menuju penangkaran Rusa Cariu yang berjarak 6km dari mensjid As Syukur. Rute ini kami mulai menemukan berkah tanjakan ringan, untungnya udara masih segar sehingga sirkulasi udara di paru2 kami masih baik. Penangkaran Rusa kami tempuh dalam waktu 25 menit dengan kecepatan maks 20kpj.
Rute selanjutnya Penangkaran Rusa - Titik Awal NB (Ngehe Banget) atau Tanjakan Kesik, berjarak 3,5km sdh dimulai penyiksaan fisik dengan elevasi tanjakan yang cukup lumayan, tapi masih ada bonus turunan. Rute tersebut memaksa Bro Arsya untuk evakuasi. Setelah 10 menit kami tiba di jembatan besi yang merupakan titik awal NB. Sebagai informasi, NB berjarak 6km non stop tanpa ada turunan dengan elevasi mencapai 45 derajat. Goweser handal kami Bro Panji dan Bro Rudi melaju di depan, sementara saya ditemani Om John. Tanjakan pertama NB memaksa Bro Puh evakuasi. Saya masih ditemani Om John, dengan gaya khas saya Gowes Istiqomah hehehe, pelan yang penting rolling terus. Akhirnya Om John melewati saya karena saya harus berhenti untuk minum. Setelah istirahat sejenak, saya lanjut gowes, sementara ketiga goweser handal (Bro Panji, Bro Rau dan Om John) sdh tidak terlihat di depan saya. Setelah berjuang selama 75 menit, kami tiba di puncak NB. Leganya melewati "tanjakan Haram Jadah" kata Bro Panji. Kami beristirahat 30 menit untuk sarapan mie rebus, dan berganti kaos.
clip_image006clip_image007
Rute selanjutnya menuju Cikalong kami lalui dengan agak santai karena turunan yg panjang. Akan tetapi, rute Cikalong - Ciranjang yang terasa menyiksa dengan tanjakan yang lumayan panjang, serta tranck lurus tanpa kelihatan ujungnya.
Setelah gowes selama hampir 8 jam kami tiba di pertigaan Ciranjang.
clip_image008
Setelah berfoto2 dan makan pisang kami melanjutkan rute jalan raya Ciranjang - Rajamandala yang cukup membosankan. Panas mulai menyengat sehingga energi kami gampang terkuras, frekuensi minumpun menjadi sering guna mengurangi dehidrasi. Hampir satu jam kami tiba dijembatan Rajamandala dan berfoto di Batas Kabupaten Bandung Barat. Pukul 11.00, perut Indonesia saya memaksa rekan2 untuk berhenti makan siang di Warung Nasi Pulen. Menu khas Sunda alakadarnya kami nikmati dengan lahap karena perut memang sudah lapar. Kami berhenti cukup lama, sampai pukul 13 karena menunggu Bro Puh yang mengalami Kram. Setelah Sholat Dzuhur yang di Jama dengan Ashar kami berangkat menuju Padalarang.
clip_image009
Berbagai keluhan sudah mulai terasa, pinggang pegal, telapak tangan sakit dan kesemutan, paha dan betis mulai sakit, serta last but not least area pangkal paha (pp) yang sering kebas membuat kami harus berhenti tiap 15 menit. Penting untuk para rekan2 goweser untuk berhenti jika area  pp mulai rewel untuk menghindari dampak negatif.
Hanya semangat dan keteguhan yang membuat kami terus gowes.
Panas begitu menyengat, tapi sekali lagi Tuhan berbaik hati kepada kami, menjelang. Kawasan GunungKapur mendung muncul bahkan hujan sempat turun menjelang Padalarang. Kami dengan sabar terus mengayuh sepeda dengan speed 6kpj, ampyun dj, pp kami sering kebas. Setelah diguyur hujan dan menghisap asap knalpot kendaraan serta ditepok orang gila hahahaha, pukul 15 kami tiba di simpang Tol Padalarang.
Kami berfoto2 serta berganti baju, kami perintahkan 3 mobil untuk melanjutkan perjalanan lewat tol sementara kami terus gowes melewati cimahi.
clip_image010
Tim kami kembali komplit, rute padalarang - cimahi sangat padat dengan kendaraan, sehingga kami harus pandai2 menyelinap di antara kendaraan. Pukul 16 kami tiba di cimahi dan bersantai di Mie BaksoTegalega .... Harus dicoba Brows ... Gowes kami lanjutkan menuju Pasteur melewati Jalan Gunung Batu. Rute agak menanjak sedikit tapi kami memacu sepeda dengan semangat dalam suasana hujan karena tepat di sebelah kiri kami jalan tol pasteur. Kurang dari 20 menit kami tiba di depan Hotel Grand Aquila. Kami berpisah dengan Bro Arsya dan Om John yang harus kembali ke Jakarta malam itu juga.
Rute Final untuk kami berempat adalah Pasteur - Hotel Grand Seriti Hegarmanah Setiabudi, kami lalui dengan guyuran hujan. Eksotis sekali gowes di Bandung dengan cahaya lampu dan guyuran hujan. Unforgetable moment brows .... Waktu menunjukkan pukul 18.30 saat kami tiba di Grand Seriti Hegarmanah. Total waktu perjalanan kami 17 jam lebih sedikit.
clip_image011clip_image012clip_image013
Perasaan lelah, senang dan terharu menyelimuti kami, kami masih belum percaya telah menempuh perjalan sejauh 115 km dengan selamat dan sukses tanpa kurang sesuatu apapun, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan atas anugerah kesehatan dan kekuatan bathin yang diberikan-Nya. Semoga perjalanan ini dapat membuat kami menjadi manusia yang lebih bersyukur dan tawaddu, amiin.
Diceritakan oleh Temmy atas nama Explorer untuk rekan-rekan C3