Monday, August 18, 2008

20 Tips utk MTB'er

dikutip dari "Cycling" - taken from Gebraker's mailing list (http://sports.groups.yahoo.com/group/GeBrakers/message/668):
Menjamurnya event-event MTB di Indonesia jadi momentum yang pas bagi para MTB-er untuk menjajal kemampuannya. Dari yang tadinya sekedar bersepeda gunung “santai” bersama rekan-rekan, kini mulai berani ikutan turun laga dalam lomba. Awalnya memang coba-coba, tapi siapa sangka, justru dari situlah rasa ketagihan kerap muncul. Lewat kelas-kelas seperti Open dan Master, para hobbiest bisa turut marasakan atmosfer lomba yang sebenarnya. Untuk itu, kemampuan pun mereka benahi.
Nah, ingin tahu kemampuan dan hal apa saja yang perlu dipersiapkan bagi seorang MTB-er?Simak saja 20 tips berikut yang cycling kulik dan kumpulkan dari tokoh-tokoh dan atlet MTB nasional seperto Oki Raspati, Chandra Purnawan, Dadi Nurcahyadi, Popo Aryo, sampai downhiller dunia macam Chris Kovarik.

1. Percaya diri
Inilah dasar yang harus anda miliki sebelum memutuskan untuk mengikuti lomba-lomba MTB. Dari percakapan dengan beberapa MTB-er, diketahui salah satu faktor yang dapat membuat mereka dilanda krisis kepercayaan diri adalah sepeda. Dari urusan tunggangan ini seseorang sudah bisa merasa “kalah”.
Untuk itu anda harus selalu berpikir positif. Sepeda bagus tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan kemampuan pesepedanya yang bagus pula. Yakinlah sepeda yang anda miliki sangat nyaman dipakai, dan merupakan “senjata” yang paling mengerti kemampuan anda.
Bersepeda dengan mengerahkan segala kemampuan juga dapat menimbulkan aura positif bagi diri anda.

2. Perawatan sepeda
Selalu mengecek kelayakan komponen sepeda merupakan kunci keberhasilan anda. Dengan melakukan pengecekan anda akan semakin yakin dengan performa sepeda. Dan lagi, anda dapat memperpanjang usia komponen.
Sebelum dan sesudah balapan, selalu periksa roda dari adanya jari-jari yang patah atau longgar. Pastikan kampas rem bersih dari kotoran. Setelah melakukan penservisan. Periksa kembali apakah baut-baut sudah kencang dan terpasang dengan benar. Bila anda mengalami kecelakaan, selalu periksa komponen-komponen yang terlibat.

3. Set-up suspensi
Penyetelan yang benar akan memaksimalkan kinerja suspensi anda. Namun bila anda kurang paham soal ini, ada baiknya meminta bantuan ahli.

4. Transaksi dan tekanan ban
Ukuran yang umum digunakan untuk tekanan ban MTB adalah 20-30 psi. Untuk ban yang lebih lebar, tekanannya dapat diturunkan. Sedangkan pada ban yang tipis, tekanannya ditambahkan. Tekanan ban yang kelewat tinggi hanya akan menyebabkan turunnya traksi pada permukaan tanah yang gembur. Jangan lupa, catat waktu tempuh untuk setiap perbedaan tekanan ban. Lakukan ini, guna mengetahui tekanan yang paling pas bagi daya bersepeda anda.

5. Nutrisi dan daya tahan tubuh
Nutrisi yang tepat akan membantu anda mencapai peak performance. Jaga kandungan air dalam tubuh dengan meminum air 30 menit sebelum start. Untuk lomba berdurasi lama semacam cross country, konsumsilah energy bar atau gel setiap jamnya.
Usai lomba, segeralah minum untuk menghindari dehidrasi.. Baru kemudian dilanjutkan dengan mengkonsumsi pisang atau minuman yang banyak mengendung protein.

6. Shifting
“Seorang pembalap harus dapat memposisikan gear yang sesuai dengan kondisi trek, “ujar pelatih Jawa Barat Oki Raspati. Banyak waktu akan terbuang saat pesepeda melakukan kesalahan dalam shifting.

7. Modal
Banyak pesepeda Indonesia yang mengawali karirnya dari dunia BMX. “Dalam BMX terdapat obscale yang lengkap. Semua itu merupakan modal dasar untuk terjun ke DH, DJ atau XC,” ungkap pembalap Charmdevo Chandra Purnamawan.
Chandra tidaklah sendirian, tercatat Popo Aryo Nurwasito, Dadi Nurcahyadi, dan Sugianto”hoho” juga menjadikan BMX sebagai batu awalan.

8. Melompat
Gerakan melompat selalu ada dalam lomba MTB, tak terkecuali pada XC. Oleh karena itu tekhnik yang satu ini kudu dikuasai. Sebelum melakukan lompatan, perhatikan dahulu jenis jumpingannya. Begitu pula ketika sepeda sudah terangkat ke udara, perhatikan titik pendaratan. Terakhir, siapkan rencana cadangan jika pendaratan tak sesuai yang anda harapkan.

9. Jinakkan drop off
Drop off dapat anda lalui dengan kecepatan tinggi ataupun rendah.. Kuncinya sederhana “pede”. Tanpa itu, pemandangan pembalap menuntun sepedanya menuruni drop off akan sering-sering anda jumpai.
Saat melewati drop off, pastikan pedal dalam posisi horizontal. Posisi pedal yang vertikal akan membuat tubuh anda tertarik ke depan saat mendarat, dan selanjutnya terbang melewati setang.
Gravitasi akan membuat bagian depan dan setengah sepeda turun terlebih dahulu. Untuk itu anda dapat mengimbanginya dengan menarik badan ke belakang sadel sampai mendekati roda belakang.

10. Cornering dan berm
Kemampuan menikung yang mumpuni, baik pada tikungan biasa yang dilengkapi berm, akan membantu anda menjaga laju sepeda. Satu hal yang mesti anda perhatikan sebelum melintasi berm, tentukan terlebih dahulu alur lintasan yang akan anda lalui, dan juga dimana jalur keluarnya. “Pengereman harus dilakukan sebelum anda mencapai berm. Dan begitu roda sudah melewati titik puncak berm, lanjurkan kayuhan.” Begitu menurut Chis Kovarik.
Saat melewati berm, luruskan tumit dan jadikan sebagai penyeimbang antara anda dan sepeda dengan trek. Kesalahan sekecil apapun saat menghadapi berm berarti terbuangnya speed dan juga waktu.

11. Turunan curam
Turunan memang mengasyikan. Namun bila sudah terlalu curam bisa menghasilkan musibah bagi anda. “Bisa saja seseorang sangat cepat di tanjakan, tapi justru melambat di turunan. Hal ini biasanya disebabkan oleh kekurangan mental, dan faktor lain seperti trauma,”
Selain persiapan mental yang baik, juga perlu diperhatikan saat menemui turunan berkarakteristik curam seperti ini adalah jangan terlalu banyak melakukan pengereman. Pindahkan posisi pantat melewati bagian belakang sadel. Jika ingin membelok, lakukan pengereman lebih dahulu sebelum mencapai titik tikungan. Pegang setang sekuat mungkin.

12. Akar
Kondisi trek MTB yang memanfaatkan hutan membuat kita akan sering menjumpai akar pohon yang menonjol keluar. Apabila posisi akar tersebut melintang 90 derajat terhadap ban, maka masih dapat dilewati dengan melindasnya. Namun apabila derajatnya lebih atau kurang dari itu, tak ada cara lain selain melompatinya dengan teknik bunnyhop.

13. Variasi
Cobalah untuk berganti-ganti “aliran” permainan, mulai dari cross country, downhill, BMX, dll. Dengan begitu, anda dapat mencomot berbagai ilmu dari disiplin yang berbeda. Contohnya saja dari permainan cross country, anda dapat meningkatkan dan mempertahankan kemampuan aerobik tubuh untuk menahan goncangan dan menjadikannya kuat. Sementara jenis permainan BMX dapat meningkatkan kontrol timing anda.

14. Pengereman
Kontrol kecepatan perlu dilakukan sebelum anda menemui obscale ataupun tikungan. Namun ingat, jangan melakukannya berlebihan karena akan membuat anda mengayuh lebih berat sesudahnya. Dan lagi, waktu tempuh juga jadi bertambah.

15. Daya Kayuh
Untuk melatih daya kayuh, biasa dilakukan off the bike dan juga on the bike. Untuk yang off the bike contohnya adalah melakukan jalan jongkok.
Sedangkan latihan on the bike, menurut atlet cross country Dadi Nurcahyadi, bisa dilakukan dengan mengayuh menempuh jarak yang berbeda-beda. “Bersepeda jarak jauh bertujuan untuk menjaga konsistensi kayuhan. Sementara untuk melatih kecepatan di atas trek, dapat dilakukan dengan latihan yang repetitif,” ujarnya.

16. Jatuh
Hampir bisa dipastikan semua pembalap sudah pernah merasakan yang namanya jatuh. Dan itu sifatnya tidak dapat diprediksi. Yang jelas, dampak jatuh tersebut sebenarnya masih bisa diminimalisir dengan mengetahui teknik jatuh yang benar
Memanfaatkan tubuh anda sebagai penyerap benturan. Ketika merasa akan jatuh, sebaiknya anda menekuk satu lengan dan menjadikan bahu sebagai bantalan. Sakit pastinya, tapi cara jatuh seperti ini masih lebih aman bila dibanding daerah kepala yang terlebih dahulu mendarat. Selanjutnya, biarkan badan berguling-guling hingga berhenti dengan sendirinya.

17. Pumping
Menambah kecepatan sepeda tidak selalu berarti mengayuh. Dengan teknik pumping yang baik anda dapat memanfaatkan momentum lompatan sebagai penambah laju sepeda. Pumping dilakukan dengan menekan roda depan saat sepeda terangkat keudara. Dengan demikian, energi lompatan akan terserap dan ban sepeda akan kembali dapat menginjak bumi.

18. Trek lumpur
Bagi yang pernah ikutan lomba downhill di gunung pinang atau songgoriti pasti tahu betapa beratnya bersepeda di trek berlumpur. Trek yang dipenuhi lumpur membuat ban sepeda menjadi lebih mudah sliding (slip) saat di pacu cepat. Untuk mengatasinya kayuh sepeda dengan lembut seolah-olah kurangi beban anda di atas sepeda. Bila lumpur mengunci roda mau tidak mau anda harus mendorong sepeda. Disinilah fisik anda akan benar-benar diuji.

19. Hapus Trauma
Anda tau Matti Lehikoinen? Sejak mengalami kecelakaan di Finlandia, September 2007 – tiga ruas tulang belakangnya patah prestasi tingkai 2 dunia kategori downhill tahun lalu itu tak kunjung membaik, trauma?bisa jadi..
Trauma bisa menyebabkan turunnya performa seorang pembalap tidak muda memang untuk bisa menghilangkan trauma. Yang dapat anda lakukan adalah dengan memulainya kembali dari dasar. Cobalah untuk mengayuh sepeda seperti ketika baru belajar. Dari situlah baru perlahan-lahan tambahkan variasi skill hingga akhirnya anda kembali ke performa semula..

20. Buat Film
Eit….jangan di anggap narsis dulu. Maksudnya adalah merekam latihan dan lomba demi membantu anda mempelajari kelemahan anda sendiri baik dari segi teknik maupun fisik. Untuk itu mintalah bantuan teman utnuk mengabadikan anda saat latihan dan lomba

Sunday, August 10, 2008

AWAS JUMPALITAN!!!! #4

Front wheel hop

Lifting the front tire can be necessary to go over an obstacle too large to just roll over. It isn’t a common move on trails. You may have to hop your front tire over a tree trunk or a single large step. The move is almost the same as rolling over a small step.

To start, try the move with a small object lying on the floor – you must be able to lift your front wheel at least half a wheel high. Then try curbs

Photo sequence: Spring load, extension, front wheel lift

Approach the step at moderate speed. You must give yourself about two bike length to prepare for the move
Spring load! Press hard on your bike, you want to compress the suspensions and the tires as much as you can and immediately spring back – pushing back on your arms and your legs
The move must be swift. Imagine jumping on a train track and realizing that a train is approaching full speed – meters away: you would jump back.
As soon as your arms are extended pull on the bar to lift the front hand
Your legs should at that point be extended
Let the back wheel hit the obstacle
Flex your legs to get over the obstacle and push your bike forward. The impact against the back wheel should bring your back on to of your bike in a stable position

AWAS JUMPALITAN!!!! #3

Bumps and ditches

As we’ve seen you must try to remain as balanced as possible however the bike tilts. When a bump or a hole comes up you want your bike to stay stuck on the ground while your center of gravity remains stable. You’ll be using your arms and legs to keep your center of gravity on a line as flat as possible

Bump

Graphic: standing, crouching, standing, crouching. With speed press down to avoid taking off

Extend your arms and legs, but lean slightly back.
Let the bike tilt up by flexing your arms, then your legs.
On the top of the bump you should be crouching on the bike.
Let the bike go down, press on the bars then the pedal if you’re going fast over the bump. You do not want to take off

Photo Sequence: the bike sticks on the ground despite the speed, the upper body remains leveled
Ditch

Graphic: the opposite of a bump

Get in crouching position, upper body very low, arms and legs flexed.
Push the bike into the ditch by extending your arms and legs.
Then, let the bike tilt up.
You should exit the ditch in the same position you’ve entered it.

AWAS JUMPALITAN!!!! #2

Going down a single step

We’ve seen above how to deal with your bike tilting. Riding at moderate speed down a step will make your bike tilt. You can ride slowly over almost any step not higher than your front wheel axle (13 inch / 33 cm). A higher step requires more advanced techniques (drop off or wheelie drop off) .

Graphic: getting ready for the drop


Line-up with the obstacle, come at moderate speed. Acknowledge the step’s height. You must try to hit the step as head on as possible.
Prepare to drop. Get as low as possible on your bike by shifting your hips backward and flexing your arms. If it’s a small step you only need to lower your upper body accordingly. For a big step you want your arms extremely flexed to have enough room to let the bike drop.
Be sure your pedals are leveled, you don't want to clip the ledge with your foot (crash guaranteed)
DO NOT use your brakes as soon as you are half a bike length from the step.
When the bike’s front drops, extend your arms.
Let the back wheel follow and extend your legs when it drops.
Now you can brake again if you need to.
The same skills apply for a very steep and abrupt incline.

CAUTION: Do not use your brakes while going any major obstacle

Photo sequence: rolling down a large step. This step is almost 15 inc. Notice how flexed the arms are right before hitting the step.

click to see larger. Photos: Shaun Horrocks

Going down a set of steps or stairs

Going down steps is relatively safe. Steps are nothing else than a rough slope. Start practicing on a few steps (3 to 5) with a clear run-out. Make sure that all the steps are even.
For just a few steps use the single step technique. The bike won’t tilt as much. Avoid using your brakes for a short flight of steps (just 3 to 5)

For larger flights of steps:
Come at moderate speed and quickly scan the stairs for irregular steps or other obstacles.
Let the bike drop into the steps as if it were a regular steep slope (Use the DH posture accordingly to the slope).
Control your speed. Brake enough to do this. Concrete steps offer enough grip for you to slow down and steer.
The faster you go the less vibration you get—with speed, your tires will not have the time to get between the gaps of each step, and will make therefore make it feel smoother.
Prepare to land. Lean back more in order to prepare for the final impact with the ground surface.

Going up one or more steps

Your bike can roll up and over a wide range of obstacles. Steps can also be ridden up. Again steps are just a rough surface that you will tackle in the uphill direction.
A single regular step

You don’t need to hop your front wheel on a step smaller than 5 inch, just roll over it but brace for the impact and transfer your weight from the back wheel to the front wheel in order to go over the step.
Approach the step at moderate speed and stop pedaling a bike length before the obstacle.
Extend your legs.
Pull back on your handlebars before you hit the step. Slightly flex your legs when you lean back. This will transfer your weight to the back wheel.
The front wheel will hit the step and immediately go over it.
Extend your legs.
Now use the impact against the step to press on your handle bar and shift your weight onto the front wheel. Flex your legs to let the bike go over the step.
Push the handle bar forward again in order to come back to a downhill posture and stabilize.
A few steps

The technique is similar but you must try to push the bike up the steps and place the wheel on top, then press on your handlebar.

Photo sequence: going up stairs. Let the bike suspension do the work, shallow stairs are like a rough slope up. The torso remains stable, arms are flexible and relaxed to the the bike go over each steps
click to enlarge. Photo: Shaun Horrocks


CAUTION: Trying to climb steps often results in a rear tire flat. To avoid this it’s very important to absorb the rear wheel impact against the step with your legs.

Wednesday, August 6, 2008

AWAS JUMPALITAN!!!! #1


Yuk kali ini kita belajar bersepeda yang benar...lho apa bedanya dengan belajar bersepeda waktu masa kecil dulu? ....bedanya adalah dulu kita belajar agar bisa jalankan sepeda dengan dua kaki diatas pedal, kalau sekarang kita belajar supaya dua kaki tetap di atas pedal waktu jalan di medan yang sulit...supaya juga jangan sampai kita jumpalitan, bakal repot kalo 
badan yang sudah tidak muda ini kalau luka atau patah..recovery-nya bakalan lama!!!!.
Technique berikut diunduh disini 

Riding up and down


A mountain bike can climb slopes with up to a 30% incline and go down a 45% incline and more. The limitations are lie in tire traction and grip

Long Climb

A long climb can be made easier with a few posture adjustments:
As soon as the slope becomes steep, sit further in front of your saddle and lean forward by flexing your arms. This posture will maximize your leg strength and optimize your balance.
Try to save as much as energy as possible with your upper body, and avoid pulling on the handle bar. On any slope your ideal posture should let you make strictly no effort with your arms – you should be able to steer with the tip of your fingers.


Slope start and ride up
It’s extremely common to have to jump on the bike in the middle of a steep trail section. You must know how to start riding in such a situation:

Gears must be set to easy (small chain ring – large sprocket, 3X9/8/6).

You can either stand above your saddle or sit, but the bike’s angle must be as straight as possible
Your first pedal stroke must be set at 10 o’clock.
Lean forward. Lower your chest by bending your arms to prevent the bike’s front from lifting under your first pedal stroke.
The first stroke must give you enough momentum to very quickly find the other pedal. Expect to lose your balance slightly for the two/three first pedal strokes.
Look forward to the point you want to reach – as long as you look forward and keep pedaling you’ll manage to go where you’re looking at. DO NOT look at your front wheel or you will follow that instead of where you want to go.
Pedal quickly to find enough momentum and balance.
Then pace cadence to sustain the distance to clear.
Riding steep uphill slopes
Keep your upper body leaning low and forward to keep a low gravity center.
Remain seated on a moderately steep slope.
Keep your elbows close to your trunk.
Look forward and focus on a point you want to reach. Always look to something forward, never look at your wheel even you start losing balance.
Try to spin faster to gather momentum.
Respect an effort and a cadence you can sustain for the entire slope.

Very steep climbs

Climbing very steep slopes put you on a thin line between balance and traction: Lean too far forward and you'll lose traction, spin your rear wheel and stall - Lean too far back and the front wheel lifts.
Get off your saddle as soon the slope gets very steep, but remain almost in contact with the saddle's tip
Collapse your chest very close to the handlebars, keep your flexed elbows close to your trunk
Focus on the next point you want to reach
Don't try to hop your front wheel by pulling on your bar in order to go over obstacle - it will destabilize you. Just roll over it. If the obstacle is too sharp to roll over it use your balance instead of your arms to lift the front wheel.

CAUTION: It is common to lose balance on extremely steep climbs. The front lifts and you may flip back and land on your back. To avoid this, cling to your front brake only. DO NOT use your back brake or you’ll flip back.

For very steep slopes do not try to use momentum to tackle it: you will burn out within meters. Instead start slowly and pace yourself.

Graphic: Steep up and downs. The closer your center of gravity gets to the wheel, the less traction or grip your tires will have. For steep uphill the chest gets close to the handle bar, for steep downhill the stomach comes close to the saddle
Graphic: when it goes wrong. [left] standing too up straight on a downhill brings the center of gravity too close to the front, there is no room to absorb an impact. [right] Standing too far back while going up and the front wheel lifts.


Downhil slopes: downhill slope start

Starting down a steep slope can be difficult on a narrow or a rutted trail. Train on a clear path first, try to get as quick as you can in a stable posture and to ride down on the straightest like possible.
Apply both brakes.
Stand on one pedal.
Quickly sit on the saddle and release the brakes.Immediatly find a good balance on your feet.DO NOT try to look at your feet when reaching the pedal. Look at the trail!
Look forward and immediately adopt a crouching posture by positioning the pedals horizontally, shifting your hips back and lowering your upper body. You must be in balance on your feet
riding downhill -
A long downhill trail can be particularly straining if you are tense. The more relaxed you are the faster you’ll go.
Get your buttocks off the saddle and shift your hips backward. Flex your arms at the same time. You must be able to slightly pinch your saddle with your inner thighs. You must be as balanced as possible on your two pedals.
If the terrain is smooth you won't need to be too far above the saddle, 1 inch is enough. But always be prepared to absorb an impact you didn't see coming. The rougher it gets the further back from the saddle you'll get and the lower your upper body will go
Look as far forward as you think you can stop. Constantly scan what’s upcoming and keep your eyes focused only on where you can ride.
Photo: Going down a steep trail section. Neutral and balanced posture, almost no pressure on the handlebars.

steep slope without any major obstacle

Photo: HANGING from the bar. Leaning too far back with arms completely extended. Impossible to steer.



hanging from the handlebar

Fire in your forearms?

Have a tight grip on your handle bar but very relaxed arms. If you feel your forearms and shoulders burning on a long downhill, it means you are not low enough and not in balance on your feet.
Your arms must be used to push you back just before the impact, you must use your balance and weight to absorb the impacts, not just your arms.

Graphic: Lean back right before the impact. If you didn't lean back enough your arms are absorbing the impact.





Monday, July 28, 2008

Rindu Alam - Gadok nan seru

Setelah sekian lama bersepeda dan hanya dengar trek ini dari rekan2 biker, akhirnya aku berkesempatan mencoba gowes di trek legendaris ini.

Lagi-lagi Gebraker yang menggelar hajat ini, Om Kintamani juga yang  merayu aku utk joint, aku sempet bingung karena Om Indra C39 Biker the Address ngundang hajat khitanan 2 anaknya...duh sungguh berat pilihannya, ga enak juga kalo ngga dateng kondangan, sementara mimpi menjajal trek RA juga terus menghantui. Well, akhirnya dengan pertimbangan akan kapan lagi mencoba trek ini maka kuputuskan berangkat juga ke RA, dan mudah2an bisa datang ke tempat Om Indra malam harinya.

Om Kintamani dihari sebelumnya telah kasih warning utk memakai body protector utk antisipasi safety mengingat treknya yang lumayan berbahaya.

akhirnya dengan kebulatan tekad aku pulang ontime dari kantor dan langsung ke Oki utk beli protektor siku dan lutut.

Malamnya mami sudah ingatkan aku utk prepare segala sesuatunya biar besok pagi tinggal berangkat, tapi rupanya aku dah ngantuk ngga ketahan, jadilah paginya sibuk banget tergopoh-gopoh prepare segalanya...sampai sempet helm juga tertinggal dan akhirnya harus balik lagi ke Address.

Sampai Sarimande Ciawi 07.30 dan ketemu Om Samhill, Om Gerry, Om Destian, Om Oli, Om Yana dan Om 
Andus. Yang lainnya mana???? rupanya Kintamani CS telat dateng. Diputuskan kita akan tunggu di RA aja. Lama menunggu akhirnya 09.30 mereka nongol: Om Aidil, Om Kintamani, Om Theo Kopek, Om Aiydi, Om Arif, Om Gunawan, Om Anto, om Ilman, Cak Sur, Om Ilman, Om Priambodo, Om Firman, dan Om...

10.30 kita start dan dimulailah petualangan seru nan tak terlupakan:

Here is my report:
WUEKKEKEKEKEKEK….

Ketawa bareng ala gebaker emang renyah banget……

Lha wong jatuh kesakitan aja masih bisa ketawa….Kocak banget.

Memang Gebraker sudah proven jadi komunitas yang nyenengin banget (at least buat saya..hehe)

Saya jatuh sekali persis 1 detik setelah Mas Ari jatuh di lokasi yang sama. Jadi saya adalah saksi mata jatuhnya mas Ari 2 kali. Pertama yang jatuh persis seperti pakai kursi pelontar pilot dan jatuh masuk saluran air yang luarbiasa dingin (kerendem tapi seger banget…katanya…wuekekek). Nah yang kedua ngeri banget jatuhnya mas ari diturunan curam yang banyak batuan lepas yang sisi2nya tajam, jatuhnya cocok sama ilustrasinya mas Rama..kayak nangka 30Kg jatuh ke tanah…. Setelah ma sari jatuh sy persis dibelakangnya dan setengah mati ngontrol stang di turunan curam dan sekaligus ngindari supaya ngga nabrak mas Ari…Untung ada protector jadi tulang kering selamat, Cuma pergelangan kaki yang masih njarem sampai sekarang.


Tapi overall trip kemarin sangat menyenangkan karena:

Suasana kekeluargaannya yang kental, bahkan Mas destian sempet putus rante 2 kali di ngehe 1 dan dengan setia Om Ilman memperbaikinya. Kalo sy sih nemenin (nonton) om Ilman aja sekalian bisa buat alibi ngga kuat nanjak …hehehe
Mas Gerry bawa makanan yang lezat : sambel goreng pete, tempe penyet pedas, ikan asin bulu ayam pedas, udang goreng kering, kering tempe, serundeng, kue bolu pisang, bolu agar, dll)
Guyonan temen2 yang ngga ada habis2nya
Full gowes dan TTB tak lakoni dewe…kalo ini mah emang niat
Meski berjatuhan (terutama Mas Aiydi..hehehe) tapi semua selamat

Nice trip, ditunggu trip selanjutnya
Viva Gebrakers

Om Rama wrote:
Acara Goez kemarin di Rindu Alam, start kesiangan....jam 10:30 baru start...cuaca sangat baik sekali dari start sampai finish teduh dan hujan rintik...sayang saya tdk bawa camera jadi yang bawa camera tolong di share disini ya, oh ya GeBraker's banyak yang jatuh nih kemarin, yuk masing masing buka suara untuk pengakuan dosa saat jatuhnya berapa kali dan bagaimana lukanya:
Saya Jatuhnya hanya kecil kecilan saja, sebanyak 3 kali , tempatnya di turunan gunung gundul yang lurus, karena alur airnya cukup dalam dan belok belok maka disitulah jatuh 3 kali....tapi tidak ada cedera sama sekali...alhamdulillah
Bp. Destian = jatuh ke Jurang sedalam 10 meter, sepedanya diatas untung saja tidak jatuh, kalau sepedanya jatuh gimana ngangkatnya?, dia jatuh terlentang lalu tangan berusahaa memegang dahan dahan pohon untung saja pada saat 10 meter berhenti, ternyata setelah melihat kebawah masih 20 meter lagi.....aduh ya Allah Alhamdulillah masih diberikan keselamatan untuk GeBraker's...luka luka hanya tergores 3cm dipipi...wakakak
Bp.Arry = atuh terpelanting kedepan diturunan bebatuan, kebetulan sekali saya didepannya bunyinya seperti buah nangka jatuh '' Booooomm'' untung saja pakai protector, luka tidak ada sama sekali cuma memar saja di paha kiri kanan dan sikut kiri kanan...wakakak
Bp. Hilman = Jatuh di turunan gunung gundul, tapi jatuhnya tdk apa apa hanya tergocek oleh saluran air yg tertutup alang alang....wakakak

Om Theo wrote:
Saya 2 kali jatuh karena saluran air. Mungkin sekitar Samhil jatuh. Sepedanya salto. paha baret 2 dan dan memar. Padahal sudah hati2 dan banyak yg di tuntun. dulu main ke RA rasanya kayak ke surga. Sekarang rasanya ngeri booo. Main sepeda tapi salto2an, kaya akrobat, nyari yg aman saja ,Yg penting berkeringat.
Kemarin ada yg komentar, dia ngak jatuh karena ngak pakai protector. Yg pakai protector banyak yg jatuh. mas arry jatuhnya lumayan parah, kalau ngak pakai BODY protector saya ngak tahu apa jadinya. Perlu diketahu body protector yg dipakai Mas arry sebelumnya dipakai pak wilman dan pak wilman kalau ngak salah mengalami 7 kali patah tulangnya karena DH. Untuk itu bagi yg pakai protector sebaiknya juga tetap berhati2. Sering kali orang memakai protektor jadi lebih berani.

Om Kintamani wrote:
Saya jatuh 3x..........
1. Jatuh salto sepeda di belakang, saya terbang mendahului sepeda, jatuh di sungai kecil sebelah kiri... yg kanannya jurang... (cuman pantat yang sakit) model jatuh seperti pake kursi lontar pesawat tempur....
2. Jatuh salto terbang di turunan curam penuh batu tajam.... model jatuh seperti superman... saat jatuh di batu batu tajam itu dada terlindung oleh body protector fox-honda... dengkul terlindung sixsix one... siku terlindung oleh troy lee design.... meskipun terlindung tetapi sekitar dengkul dan lengan yg terlindungi protector tetap menyisakan memar... kepala puyeng dan sempet kunang kunang....
3.Jatuh bego aka stupid..... Jatuh terakhir ini kalo inget lucu karena saat terbang diudara saya berpikir..... Yah... Jatuh lagi deh..... pergelangan tangan kiri masi sakit, ga bisa cebok.....
Pengakuan sy terhadap trip kemarin:
1. Suasana kebersamaan bersama 21org teman2 GeBrakers sungguh indah...
2. Tdk diragukan lg kemampuan om samhill dlm ber downhill....
3. Trek turunan tidak cocok untuk saya...
4. Akan ke RA lagi setelah 76 tahun dari sekarang... kira2 bareng dengan munculnya komet halley....
5. Pasca jatuh ke dua yg cukup parah dan mengakibatkan kliyengan... nyali jadi ciut. sempet makan soto mie di gn mas untuk mendapatkan nyali tetapi ga mempan.. malah jd kekenyangan....
6. Setelah di dera diare minggu lalu dan kondisi yg turun sampai level terendah maka... naik angkot dan tea walk adalah pilihan pahit yang mesti ditelan, disyukuri dan dinikmati....
7. Mengingat kejadian yg menimpa mas destian yg jatuh ke jurang 10 meter dan berhasil terselamatkan karena berpegangan pada ranting padahal masih 20 meter lagi dasar jurangnya dan "hanya" sobek diwajahnya... om anto yg jatuh nya mirip burung pelatuk dan tepat didepan mata sy saat mencium tanah dan katanya om firman sempet berdarah dari telinganya... maka selain knee, elbow, body, jg full face helm sy sarankan agar selalu dipakai temen2 yg masi mau menikmati trek turunan... *menikmati=kenceng diturunan tanpa dituntun... kalo dituntun ga usah pake protector gpp...
8. Akhirul kata... ada yg mau beli satu set body protector sy ga? Kondisinya penuh goresan, sticker koyak sana sini, pokoke compang camping dah.... Hwekekekekekekek...............Ampuuuuuuuuuuuuuuuuun...........

Om Aidil wrote:
Kesimpulan Perjalan RA Kemarin (Menurut saya, Aidil Subagyo):
1. Suasana GeBrakers sangat kompak & lucu, haru dan bahagia (++++++++)
2. Pemandangan RA sungguh indah, ternyata masih ada ya..pemandangan yang sangat indah disekitar kita ? (+++++++)
3.Treknya, sangat berbahaya, apalagi saya yang kurang dalam technical (- - - - - - -)
4. Oksigen sangat tipis, saya sering megap2, jalan aja megap2. ( + - - - -)
5. Saya sangat bahagia dg perjalan kemarin, dan sangat bangga bisa pakai joki buat nuntun sepeda saya (+ + + + + )
6. Last but not least, saya sudah pernah mencoba RA secara full, thanks buat temen2 yg sudi mengajak saya kesana (++++)
Rekomendasi :
Rekomendasi saya, semata-mata dari sisi safety : Sebaiknya kita hindari jenis trek yang seperti RA, too risky
Buat Rekan2 yang mau tahu record jatuh saya sbb :
Jatuh sebanyak 6 X ( paling banyak dech)........
1. Hampir masuk jurang dengan full batu, masih terselamatkan oleh pepohonan & protector, nggak bayangin kalau nggak ada pohon & protector ?
2. Jatuh di jalan datar bebatuan, sliding kaya jatuhnya Valentino Rossi, badan sliding ke kiri, sepeda kekanan, sekalai lagi protector jadi pahlawan
3. Jatuh dijalan turunan kejebak rerumputan, ternyata lubang
4. Jatuh lagi, nach kali ini saya nggak mau lewat rerumputan yg menjebak, tapi jatuh juga terjebak jalan saluran air
5. Nach yang ke lima , jatuhnya membuat kepala saya kocak, sempat "blank", untung masih bener buat ngitung 2+2=4
6. Jatuh terpental masuk kebun teh.
Salam

Om Rama wrote:
Untuk lain kali sebaiknya kita harus berdoa yg lengkap, selain baca alfatihah maka
1. Ya Allah Lindungi dan selamatkan sampai kembali ke rumah
2. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh dari Sepeda
3. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh masuk jurang
4. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh secara salto lalu membentur tanah
5. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini putus rante
6. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Ban kempes atau bocor
7. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh seperti valentino rossi
8. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh sehingga kepala kocak
9. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh akibatmenghindari teman yang jatuh
10. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh akibat terjebak saluran air yang tertutup alang alang
11. Ya Allah lindungilah grup kami dalam perjalanan ini Jatuh akibat ban depan masuk lubang
amin ya robulalamin

Om Aidi wrote:
wro
> Kesimpulan Perjalan RA Kemarin (Menurut saya, Aidil Subagyo):
>
> 1. Suasana GeBrakers sangat kompak & lucu, haru dan bahagia
(++++++++)
> 2. Pemandangan RA sungguh indah, ternyata masih ada
ya..pemandangan yang sangat indah disekitar kita ? (+++++++)
> 3.Treknya, sangat berbahaya, apalagi saya yang kurang dalam
technical (- - - - - - -)
> 4. Oksigen sangat tipis, saya sering megap2, jalan aja megap2. (
+ - - - -)
> 5. Saya sangat bahagia dg perjalan kemarin, dan sangat bangga
bisa pakai joki buat nuntun sepeda saya (+ + + + + )
> 6. Last but not least, saya sudah pernah mencoba RA secara full,
thanks buat temen2 yg sudi mengajak saya kesana (++++)
>
> Rekomendasi :
>
> Rekomendasi saya, semata-mata dari sisi safety : Sebaiknya kita

hindari jenis trek yang seperti RA, too risky
>
> Buat Rekan2 yang mau tahu record jatuh saya sbb :
>
> Jatuh sebanyak 6 X ( paling banyak dech)........
>
> 1. Hampir masuk jurang dengan full batu, masih terselamatkan oleh
pepohonan & protector, nggak bayangin kalau nggak ada pohon &
protector ?
>
> 2. Jatuh di jalan datar bebatuan, sliding kaya jatuhnya Valentino
Rossi, badan sliding ke kiri, sepeda kekanan, sekalai lagi protector
jadi pahlawan
>
> 3. Jatuh dijalan turunan kejebak rerumputan, ternyata lubang
>
> 4. Jatuh lagi, nach kali ini saya nggak mau lewat rerumputan yg
menjebak, tapi jatuh juga terjebak jalan saluran air
>
> 5. Nach yang ke lima , jatuhnya membuat kepala saya kocak,
sempat "blank", untung masih bener buat ngitung 2+2=4
>
> 6. Jatuh terpental masuk kebun teh.
>
>
> Salam

Wednesday, July 9, 2008

TTTCC

What's that?????
Tuntun-Tuntun-Tuntun-Ciawi-Curug Panjang
Trek edun sarendun ra tau mudun-mudun...munggah terus...nanjak terus....
Gambaran singkat trek yang ternyata kebalikan dari yang dibilang sama Arry Kintamani....
Yup....!!!!
Trek ini adalah tempat 'mainan'nya gebraker setiap minggu ketiga tiap bulannya. Pantas saja wadyabala Gebraker kuat banget dengkulnya..lha wong latihannya di trek edun ini.
Sabtu 28 Juni 2008 Kuliah Bareng IPDN - Gebraker; Ikatan Pecinta Djalan Nanjak dan Genjot Bareng Sampe Klenger. Request dari IPDN ke Gebraker yang minta kuliah 3 SKS di trek ini, maka para dosen gebraker akhirnya meluluskan permintaan itu.  

Wuih sempet keder juga mendengar kegilaan trek ini, sampai2 harus persiapan jauh-jauh hari utk nyipakna fisik dan mental, dan tentu saja kesiapan si Patrol. Dimulai dari tidur malam mulai jam 10 setiap hari, makan teratur dengan lauk-pauk yan gmenyehatkan, minum air putih 4 liter sehari, mulai minum susu dicampur madu setiap pagi, dan browing cara mendaki yang baik dan benar...ceilleeehhhh!!!! segitunyaaa...Asli ini bukan lip service!
Kemudian persiapan yang lumayan ekstrem dan mengagetkan adalah mendandani si Patrol dengan Rockshox Recon 351 yang sebenarnya sangat memberatkan kantong, namun akhirnya dibeli juga dengan alasan hadiah HUT ke 35...hehehe...kalo ini asli bulus!...
Kenapa Recon 351? Karena U-turn, treavel adjust 85-130mm, all in, 4 in 1, dan karena belum bisa beli Fox. Tapi suer-ewer-ewer, fork ini enak banget, sesuai dengan ekspektasi.

Hari H tiba juga, 28 Juni 08.
Starting point di rest area tol Ciawi di halaman restoran Sarimande pukul 07.00WIB. Ada sekitar 50-an biker yg ikut, tentunya dengan range dari newbie sampai dengan pentolan2 IPDN, Gebraker, Komunitas JJ sampai sang senior Patriot Bekasi. Ane mah masuk yg golongan newbie tentunya.
Start pukul 7.30 maka dimulailah acara nanjak ngos-ngosan...satu kilometer pertama sudah banyak biker yang ngap-ngapan, tumbang dengan napas tercekat saking cepatnya irama paru-paru....aku sempet keteteran juga mengatur irama paru-paru...beberapa kali terpaksa menjejakkan kaki di tengah tanjakan curam bin ngehe.
Namun setelah lepas dari 3 kilometer pertama, irama paru-paru dan irama gowes dan cadence sudah didapat dan tanjakan terasa ujian yang menyenangkan, apalagi ketika kita 'dapat' tanjakan itu...seneng rasanya. Apalagi diselingi tawa karena celotehan Om Gery Gula Jawa dan Om Rama Samhill, gowesan terasa menyenangkan. Udara bersih dan suhu sejuk di wilayah perbukitan Puncak juga membuat suasana semakin indah...hehe...romantis mode on!!!
Rombongan terpecah menjadi beberapa kelompok kecil karena speed dan jam terbang yg berbeda-beda yang dimiliki masing-masing biker. Aku sendiri bersama delapan rekan yang lain beriringan melaju dengan kecepatan
sedang sambil mendeklarasikan sebagai kelompok penikmat pemandangan, bukan kelompok speed secara modal dengkul yang pas-pasan. Di grup ini ada Om Johni Harapan, Mas Deni Duen dan mas Felix, Mas Bayu, dan mas 2 yang lain yag kulupa namanya. Mas Felix, Mas Duen dan seorang rekan di group ini sempet kram beberapa kali karena tanjakan yang tiada habis-habisnya.
Akhirnya 12.30 WIB kami tiba di tujuan nan indah Curug Panjang, sebuah air terjun yang tidak sesuai dengan namanya karena ternyata air terjun ini rendah/pendek dibanding air terjun yang pernah kutemui. Yang membuat indah curug ini adalah alam 
ceruk yang mengelilingi curug ini tertata rapi dan indah...rupanya curug ini sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat.

Kami beristirahat di pendopo warung berupa bale bambu yang saat itu tidak digunakan utk  berjualan. Kami sempat bertemu dengan rombongan speed yang telah sampai disitu sejak 
10.30 WIb...EDUN TENAN!!! Inilah rombongan speed yg kesohor: Mas Jalu, Om Budi dll.

Setelah beristirahat sebentar dan makan siang kami akhirnya berangkat turun pukul 14.30 WIB. Nah turunan pulang terasa sangat menyenangkan mengingat turunan ini 
adalah buah yang kami petik dari usaha nanjak setengah hari tadi. Pukul 16.00 aku tiba kembali di Sarimande disambut ucapan selamat dari rekan2 Gebraker dan IPDN

Reportase lengkap dari rekan2 IPDN dan Gebraker ada di sini