Showing posts with label Bicycle. Show all posts
Showing posts with label Bicycle. Show all posts

Thursday, June 2, 2011

Lido-Bodogol Revisited

Oms C3,

Kemarin kami ber-5 dr Cibubur : Saya, Om Dino (Rawa Dollar), Om Firdaus (Temen Kompleks), Om Herry dan Tante Ratna (Cimanggis), membulatkan tekad untuk menyambangi Lido-Bodogol.

Diluar ekspektasi, lalin ke Ciawi pagi kemarin sangat lancar, maka diputuskan langsung menuju Danau Lido. Sampai di Lokasi masih pk. 07.00. Dibelakang mengekor beberapa mobil dgn bike rack, ternyata mereka awalnya mau ke RA, tp jalur Gadog sejak Tol memang sdh ditutup oleh Polisi karena perjalanan SBY ke Cipanas, padahal SBY di Cikeas belum juga mandi dan sarapan, jalanannya sdh ditutup... he3x...
Banyak mobil berisi sepeda yg putar balik di ujung tol Ciawi pagi kemarin, ada beberapa yg ikut kami ke Lido.

Setelah menyantap sarapan seadanya, jam 8pagi gowes dimulai, total 11 orang dibagi 2 group, saya tetap dgn groyp Cibubur lah yaaw... he3x...

Seperti biasa, di tanjakan selamat datang sepanjang 5km pertama banyak teman2 yg biasa gowes DH di RA mulai berguguran.... Di check point Menara BTS, dari Tim Cibubur 5 orang 3 orang pemakai HT masih finish duluan, sementara REIGN dan SX TRAIL menyusul ber-menit-menit kemudian.. he3x....Terbukti HT masih juara di tanjakan...

Overall jalur nanjak kemarin menuju Bodogol tudak banyak berubah, yang berubah adalah sekarang masuk kawasan Lido Lakes, untuk MTB dikenakan tarif, Rp. 10,000/sepeda ! Ada karcisnya siih, tp ini menunjukkan rute tersebut semakin ramai, dan dilihat oleh pengelolanya sebagai sumberpemasukan. Dan lucunya, taris masuk untuk MOTOR cuma Rp. 5,000 ! Walaaaaah... speeda lebih mahal dari motor.....
Kemarin banyak kegiatan panen jagung dan cabai, sehingga rute single trek menuju gerbang Bodogol agak rusak karena dilalui motor dan mobil pengangkut hasil bumi.... trek agak mendingan ketika mulai naik bukit mini sebelum gerbang masuk.

Karena kemarin finish di Pos Jagawana masih lumayan pagi, jadi setelah selesai menyantap Indomie dan menyeruput teh panas, Tim masih sempat mengamati Owa Jawa yg sedang asyik bermain di Puncak pohon Afrika dan Rasamala yg tingginya 30an meter.. foto2nya nanti meyusul deh Om. Luar biasa gerakannya, dan ini species langka di dunia... cuma ada di TN Halimun dan TN Gede Pangrango di Hutan Bodogol ini Oms. Mereka mahluk pemalu jadi jarang sekali terlihat, saya 4x ke Bodogol baru kemarin lihat fisiknya... selamaini cuma dengar nyanyiannya.

Oya, satu info tambahan, mulai minggu depan gerbang masuk BODOGOL akan ditutup dgn pintu pagar, tidak cuma portal, karena alasan konservasi. Jadi apabila Oms dan Tantes mau naik kesana, dimohon bisa telpon Pengelola Kawasan Konservasi untuk dibukakan pintu gerbangnya, minimal sehari sebelum kedatangan. No telpon nya ada di saya, nanti bisa saya share.

Jalur turun kemarin termasuk paling kering dibandingkan 3x kunjungan saya sebelumnya, sehingga kecepatan bisa sedikit dipacu dan adrenaline makin deras mengalir.... ketika di posko Jagawana, direkomendasikan untuk menengok Curug Cikaweni di perjalanan turun, satu hal yg tidak pernah kami lakukan saat gowes Bodogol, karena waktu masih banyak, maka kita putuskan untuk mencoba.....
Wooow... jalur turun ke curug luar biasa... drop off bisa 1meteran, ada beberapa pohontumbang... dan ditemani suara curug yg menggelora.... Team memutuskan untuk bawa sepeda turun... meskipun sadar bakalan pusing dan ngehe bawa sepeda balik ke jalur utama..... :-) Foto2 terlampir dari jalur turun ke Curug....
Sampai Curug Cikaweni... langsung nyeburrr... brrrrrr...dingiiiin... tp puas..... setelah foto2 seadanya.... (sebagian besar dikamera Om Hery dan Om Firdaus), diputuskan segera kemabli ke jalur utama, karena langit sdh mulai mendung....



Perjalanan turun ditempuh cepat, karena semua sdh rindu turunan... he3x... jalur yg kering dgn natural brake berupa kubangan kerbau berisi daun pinus, sangat membantu dalam pengereman.
Team sampai kembali di parkiran pk. 14.00, setelah bersih2 dan sholat, dilanjutkan makan siang di Sate Bohlam. Alhamdulillah, diluar ekspektasi juga, jalur balik ke Ciawi sangat lancar, tersendat mulai Rancamaya menuju lampu merah saja. Macet yg parah malahan mulai Gerbang Tol Cibinong sampai Cibubur... ampuuun deeeh..... rasanya lebih cepet gowes ke Cibubur dari Cibinong dari pada naik mobil di Tol.... tapi masih bersyukur juga, karena yg menuju JKT lebih panjang lagi macetnya..... he3x....

Demikian sekilas laporan pandangan mata Bodogol.... bagi Oms yg masih berminat menyambangi nya... jangan lupa kontak Pos Jagawananya dulu untuk dibukakan gerbang....

Salam Owa Jawa,

Sigit
Kranggan


Foto2x selengkapnya ada disini:



Tuesday, January 18, 2011

C3 Di Pameran Sepeda KOARMABAR

pameran sepeda C3 002pameran sepeda C3 005pameran sepeda C3 003pameran sepeda C3 008
Hari ini , Selasa 18 Januari 2011 komunitas kita Cibubur Cycling Community ( C3 ) kembali membuat kegiatan. Kali ini kita ikut mendukung program Pemasyarakatan Olah Raga Bersepeda di kalangan Perwira dan Prajurit TNI AL. Tidak tanggung tanggung sebagai komunitas sepeda yang terbesar dikawasan Cibubur dan sekitarnya C3 menggelar pameran bersama dengan produsen dan toko sepeda diantaranya POLYGON , Jericho , Koperasi TNI AL dll.
pameran sepeda C3 004pameran sepeda C3 006pameran sepeda C3 007 
pameran sepeda C3 009pameran sepeda C3 010pameran sepeda C3 011
Pameran Sepeda KOARMABAR 2011 bertema ” SAYANGI JANTUNGMU DENGAN BERSEPEDA ” , dan dengan olah raga bersepeda kita akan mendapatkan kesehatan ( FIT ) dan kesenangan ( FUN ). Dengan demikian bukan hanya jantungnya saja yang sehat, tetapi jiwa kita pun ikut sehat karena dengan mengayuh sepeda bersama sama maka hati kita akan selalu dalam suasana yang menyenangkan.
Pameran ini berlangsung mulai tgl. 18 – s/d – 19 Januari 2011, bertempat di Sport club KOARMABAR TNI AL, Jl. Gunung Sahari no. 67 Jakarta Pusat.
Dimana pada waktu pembukaan pameran di sajikan atraksi Free Style BMX Indonesia dan iringan musik organ tunggal.
Di stand CIBUBUR CYCLING COMMUNITY dipamerkan berbagai aneka sepeda mulai dari sepeda Cross Country , sepeda All Mountain , sepeda Down Hill , sepeda Lipat, frame sepeda dll , termasuk pernak pernik tas punggung, helm , dan aksesories lainnya. Untuk melayani pengunjung stand C3 di jaga oleh dua orang SPG cantik Amel dan Erlyn, dihari kedua Amel digantikan oleh Arlestia.

 

  

Yang menarik di stand ini terpampang Spanduk : ” CIBUBUR CYCLING COMMUNITY , Komunitas sepeda terbesar di Cibubur ”. Spanduk ini terpasang ditengah atas stand sebagai pertanda stand C3. Di dinding stand dipajang dokumentasi photo – photo kegiatan Cibubur Cycling Community mulai dari Jumpa Komunitas C3 pertama , Jumpa komunitas C3 ke dua , gowes pasca lebaran ke RA , gowes akhir tahun mlipir toll keBogor sampai C3 ikut serta acara launching jalur baru New RA.
Tujuan Cibubur Cycling Community mengikuti pameran ini adalah sebagai rasa ikut aktif memasyarakatkan olah raga bersepeda , dimana dengan memberikan pengetahuan mengenai sepeda , teknik bersepeda dan calon pesepeda melihat langsung serta merasakan test drive akan lebih memudahkan mengambil keputusan mengikuti olah raga bersepeda dengan benar.
Hadir dalam pameran ini adalah para perwira dan prajurit TNI AL dimana stand Cibubur Cycling Community juga berkenan dikunjungi oleh Panglima Armabar : Laksamana Muda Hari Bowo Msc. Dengan didampingi oleh Dewan Suro C3 om Kolonel Suyono Thamrin dan om Anang , serta dipandu oleh sahabat kita om Trijono dari Jati Asih dengan penuh antusias seperti anak muda, Panglima kita mencoba sepeda mulai dari yang XC sampai sepeda DH.
Untuk memberikan semangat kepada om Anang , om Rudy Raw , om Trijono yang mempersiapkan acara ini dengan sangat rapi maka saya dan para senior Cibubur Cycling Community hadir mendampingi pameran hari pertama ini. Om Febby , Om Ogel ( Sebex ) , Om Rudy ( Jamcy ) , om Daniel ikut juga memberikan informasi kepada para pengunjung stand pameran bersama dengan dua orang dara cantik yang bertugas sebagai Female Presenter ( SPG ) nona Amel dan Rizky.
Salam C3 Fit & Fun ,
Eddy Susanto
Cibubur Cycling Community

Wednesday, October 13, 2010

Kategori Bersepedanya Om TT

Sedikit tulisan yang mudah-mudahan berguna buat kita semua. 

IMG_3928 blue sky Ada beberapa kategori bersepeda, dan yang saya ketahui antara lain Fun Bike, Cross Country, Up-Hill, All-Mountain, Down-Hill, seperti-nya dari 5 jenis ini yang lebih dikenal dan familiar buat kita.

FUN BIKE - Untuk kategori ini dijamin semua jenis sepeda dapat kita gunakan, dan tidak ada batasan umur (cowok/cewek, anak2, orang dewasa, kakek/nenek semua bisa ikut), selain bisa berkumpul dengan teman, FUN sudah pasti dan Sehat juga didapat, apalagi kalau bisa dapat hadiah-nya ehm… bukan main senang-nya ;)

Kadang FUN-Bike buat kita identik sekali dengan sebuat Even besar, padahal dengan komunitas kecil-pun bisa dilakukan (Gowes + Kuliner).

Bahaya/Kecelakaan??? BISA/SEDIKIT sekali kemungkinan untuk ini, karena biasanya kecepatan sepeda hanya sekian KM/jam saja, karena lebih bersifat kebersamaan yang ujung-ujung-nya mudah-mudahan hadiah-nya jatuh ke gue hick!.

CROSS COUNTRY - Untuk kategori ini semua umur (cowok/cewek, anak2, orang dewasa, kakek/nenek semua masih bisa ikut),, hanya jenis sepeda sudah mulai ditentukan (XC-Hardtail/Fulsus), walau ada juga beberapa yang masih memakai jenis sepeda RETRO (jenis sepeda Merk FEDERAL - dulu ngetop banget dah) hanya kurang nyaman kalau harus melalui Trek Off-Road atau Makadam/berbatuan, karena Fork yang digunakan solit atau tidak menggunakan shockbreaker.

Bahaya/Kecelakan??? BISA terjadi jika tidak menggunakan sepeda yang bukan peruntukan-nya, karena untuk kategori ini sudah mulai dituntut tekhnik dan kepiawaian si pengendara dalam bersepeda, antara lain : Permainan Siffter (pemindahan GIR - bahasa gampang-nya gitu deh) sudah mulai lebih aktif, keseimbangan badan juga sudah mulai dituntut di-saat melintas Trek Of-Road kering maupun basah, Trek mendaki/menurun.

ALL-MOUNTAIN - Untuk kategori ini di dominasi oleh cowok/cewek dewasa seperti-nya(mungkin kita sangat familiar denga trek untuk kategori sepeda ini RA/TW1/TW2/TW3.

Bahaya/Kecelakaan??? BISA banget jika kita tidak menggunakan jenis sepeda yang juga sudah mempunyai spesifikasi khusus, artinya travel fork diatas 120mm, Full-Sus, ukuran Ban dst… sampai dengan pemakaian Body Protector, karena Trek yang disuguhkan lebih di dominasi oleh turunan Off-Road, Makadam/berbatuan dengan konsisi basah/lembab.

Kepiawaian si pengedara jelas lebih di utamakan, dimana ke-seimbangan badan dan konsentrasi juga di tuntuk banyak.

UP-HILL - Untuk Kategori ini (cowok/cewek, orang dewasa, kakek/nenek semua masih bisa ikut) hanya umur sudah mulai di batasi (mungkin max.65th kali ya) dan sepeda yang digunakan lebih spesifikasi lagi, mulai jenis sepeda-nya sampai komponen-nya itu sendiri, ukuran Ban, HandleBar, TravelFork, sampai-sampai berat dari sepeda itu menjadi bagian terpenting (untuk jenis sepeda MTB).

Bahaya/Kecelakaan??? BISA terjadi dimana dan kapanpun, jika tidak dapat mengukur kemampuan/memaksakan diri untuk tetap bertahan tidak berhenti, terus aja nge-gowes disaat kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan (biasa-nya berhubungan dengan JANTUNG) lebih di sarankan untuk selalu memakai alat pengukur pacu jantung jika ada, kalau tidak ya harus berfikir secara rasional aja deh ;) kapan saat-nya berhenti untuk ber-istirahat. Manaklukan Tanjakan, bukan berarti nge-gowes tidak berhenti sampai Finish/TOP-nya.

DOWN-HILL - Untuk Kategori ini lebih khusus lagi dan khusus buat yang muda-muda aja kali ya, selain SEPEDA-nya, HARGA-nya, sampai PERLENGAKAPAN-nya juga semua serba KHUSUS ;))) Gak banyak yang saya tahu untuk kategori ini.

Bahaya/Kecelakaan??? BANYAK walau kita sudah menggunakan sepeda yang memang untuk peruntukan-nya, dimana semua Trek turunan Off-Road dengan Single Trek dan Drop-Off (bener gak ya tulisan-nya), bahasa gampang-nya ajrut-ajrutan ;) Tekhnik dan kepiawaian sipengendara benar-benar di tuntut banyak dan lebih, dari cara berkendara sampai tekhnik melakukan drop-off yang benar.

Pada akhir-nya saya hanya dapat menghimbau kepada semua teman-teman C3, dari semua kategari ini tinggal kita yang pilih mau bermain dimana, dengan sepeda jenis apa, umur kita berapa, kemampuan kita bagaimana dan seterusnya, mungkin ini awal dari cara Mudah, Sehat & Selamat dalam bersepeda.

Gunakanlah sepeda yang memang untuk peruntukan-nya, kadang sengaja atau tidak justru kita yang melanggar dan mendekati bahaya yang berakibat mencelakakan diri sendiri.

Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam bahasa, mohon pencerahan dari para Dewan Suro, dan para Pakar Sepeda C3.

Salam Safety Riding, Fit and Fun.

BH-nya TT.

Berikut ini tanggapan Om Anang dan Om Yani terkait tulisan Om Toto di atas:

Dear All,
Sekedar menambahkan ulasan Om Toto yakni ada 3(tiga) cara agar kita dapat bermain sepeda dengan nyaman dan benar
1. Cara mendapatkan sepeda
2. Cara memelihara sepeda
3. Cara memahami sepeda dan bersepeda
Akan saya coba kupas satu persatu sbb:
1. Cara mendapatkan sepeda :
Yg ini jelas sudah tau semua gak perlu detail saya jelaskan yakni datang ke penjual sepeda dan atau dapat hibah. Selain itu hukum nya Haram serta dapat kena deportasi dari republic C3 ke Republik tetangga untuk proses KUHP
2. Cara memelihara sepeda :
Yg ini juga gak perlu panjang penjelasan karena setelah punya sepeda tentu akan gaul dengan sesama goweser
dan akan terjadi komunikasi hal2 persepedahan termasuk pemeliharaanya tapi yg penting setelah memiliki sepeda harus di pake jangan di angkrakin krn Itu termasuk tidak memelihara dll
3. Cara memahami sepeda dan bersepeda:
Nah yang ini perlu saya kupas tuntas tentang berbagai hal2 dan pandangan2 serta uraian2 sehingga kita rakyat
Republik ini punya pemahaman cukup dan tidak salah. Namun masalah ini akan coba saya Paparkan nanti di Majalah C3 edisi pertama …………Penasaran kan...qiqiqiqiqqiqiiqiq
Note : kalo yg sudah punya bahan boleh silahken menjelasken tentang point 3

Salam Bodor
Anang

Om Yani wrote:

Ada yg kurang nih Om Anang, bagaimana cara tuker tambah yang baik. Misalnya kita pingin sepeda trek, tapi punyanya firebird.

Langkah 1. Cari temen yg mau firebird.
Langkah 2. Bujuk rayu temen supaya mau tuker firebird dgn rocky mountain.
Langkah 3. Cari temen yg punya sepeda trek.
Langkah 4. Bujuk rayu temen supaya mau pakai rocky mountain.
Langkah 5. Tuker rocky mountain dgn trek.
Langkah 6. Kalau bosen trek, ulang lagi ke langkah 1. Begitu dan seterusnya.
Prinsip utama tukar tambah adalah saling menguntungkan dan tidak boleh keluar uang. Gitu Om. Mantab kan. Hahahaha.....
Xixixi... Top dah om Anang.

Sunday, August 1, 2010

Memburu Mendoan

Bulan juli ini beberapa rekan goweser CCC berulang tahun dan salah duanya adalah Om Eddy CCC Chapter Address dan Om Slamet CCC Chapter Bukit Golf, dan mengingat beliau berdua adalah tokoh-tokoh CCC maka selama seminggu penuh mailing list CCC dipenuhi oleh email ucapan selamat dari seluruh wadyabala CCC dari berbagai Chapter yang bernaung dibawah CCC. Maka tidak salah juga kalau dikesempatan pertama ini blog CCC juga mengucapkan:
“Selamat ulang tahun utk Om Eddy dan Om Slamet, Semoga Om sekalian beserta keluarga senantiasa diberkahi Yg Kuasa dengan kesehatan dan kesuksesan…dan tentunya gowesnya juga semakin mantap dan semoga tidak keram lagi…hehehe”

Sabtu 31 Juli 2010, atas usulan Om Anang CCC Chapter Kranggan dan Om Yani CCC Chapter Rafless, maka CCC berkumpul untuk gowes bareng sekaligus melaksanakan kirab utk Om Eddy dan Om Slamet, dan juga merupakan moment silaturahmi menjelang bulan Puasa yang akan dimulai beberapa hari kedepan.

Friday, February 26, 2010

Brotherhood in CIBUBUR CYCLING COMMUNITY (CCC)

On March 7th, 2010 CIBUBUR CYCLING COMMUNITY (CCC) will have the 2nd gathering for its members. More than 600 mountain bike riders at Cibubur region will be gathered at Bukit Golf Housing Complex.

This is going to be the second time since the 2nd year of Cibubur Cycling Community (CCC) existence. More than 60 riders in the committee are preparing this exciting moment. I am the one of the committee member. And we've been preparing it for more than a month. Hoping it would be better than last year event.

Just wait for the complete photographs after the event.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, February 16, 2009

Jonggol – Sodong on Valentines Day

P1070093 P1070106 P1070076 P1070079 P1070087 P1070084 P1070086 P1070089 P1070090 P1070111 P1070114 P1070116



Another cycling trip was set up just few days before, and it was Jonggol-Sodong trip. Bikers from Kota Wisata housing complex were the ones who introduced this track to Cibubur Cycling Community. The main destination was to the Sodong wellspring, the water source which has already well known as the source of long live for everybody who bathing in it.
The panoramas were so awesome, with the hills and rice field all around, I thank God for the beauty He gives.

Sunday, January 11, 2009

My 3rd RA Trip, Saturday, Jan 10th, 2009

prolog

IMG_0118 Rindu Alam track is always waiting for us with its smiles always on its beautiful panorama. That smile always haunt everybody whoever was there before. That’s because this famous track is well-known for its beauty and challenges. Its popular name is spread among the mountain bikers from mouth to mouth in Jakarta and West Java province.

Some bikers said that this track can be assumed just like a Mecca for Muslim people, a biker will be certified as a true biker or a ‘Haj’ of biker if He/She has passed through this track. This was not my first trip. You can see my previous 2 trips on this track here and here.

The trip was set up by Om Mail and Om Edy, since they are the ones among the group who don’t have this trip before. Also the other initiator is Om Febby whose comeback for cycling after sometimes. They want to make their dream come true, and they set it up from weeks ago, including upgrading their gears and bikes….wow!..what a spirit!

The other bikers who joint this trip this time were Om Asep, Om Beny, Om Hendra, Om Dadung, Om Yusta, Om Eri, Om Kus, Om Agus, Om Teddy and Om Yono. Not forget to mention Mbak Ajeng and Mas Yudis, they are Om Eri’s kids. So there were 16 bikers of us who enjoyed the trip.

On Friday, I concerned for the weather condition at Puncak area within this month. and off course during this rainy season, we don’t expect too much for bright and clear weather. That’s why I suggested the group to prepare the gears properly to face the rain and muddy track, and just be ready for the worst. We should bring rain coat and another dry jersey (biker’s shirt). My prediction was right, when we arrived at Rindu Alam post on Saturday 06.30 am there was heavy rain and the track was so much full with fog. After 1 hour waiting, we decided to go on and we will observe the track condition on the spot, so we could decide later on whether we’ll continue this trip or not.

IMG_0001 We started the trip at 08.00 am, after brief guide and the pray. I chose to become a sweeper, Om Teddy and Om Asep were the leader. We faced a foggy track at the beginning, and the fog was so thick and it obstructed our vision. Also the rain made our body so cold. From my handy talky I should remind the group not to split too far and concentrate on the bike handling, since track also was so muddy. We really concerned for the safety of the group. I remember when we had some accidents at previous trip. One of my friend fell down to the cliff at that time and left the scar on his face. Also I remember when Om Anto fell down on the steep-descend track, and his face smashed the rock so hard, and his lips were torn.

The track condition was really so bad, the rocks was so wet and slippery, and “the single-track” was so muddy.

IMG_0035IMG_0034 IMG_0004 IMG_0005

IMG_0003 IMG_0021

IMG_0030 IMG_0031

We couldn’t pedaling the bike at this track. It’s really not “gowes-able”. Some bikers fell at this track and still we could laugh to each other after that. Seeing the mud all over the body was so exciting, proving that this trip was full of challenges.

The speed became so slow. We had to put our feet on the ground so many times, and squeeze the brake lever tightly. Our shoes became so wet and muddy, but still we didn’t care for the dirt and the anxiousness was still there. On the tea plantation we lost our way because we couldn’t keep our concentration on the direction of the track. We were so excited facing the mud and the fog, and since we lost our visibility in the fog we lost the way finally. We must turn back to the right way. The ‘downhill’ session was over after one and half hour. Everybody agreed to continue the trips since there was no rain anymore.

We entered Gunung Mas Plantation and we decided to have short rest there. We took some hot milk to warm our body. At this point I was so amazed with Om Eri’s daughter; Ajeng, who could cope the track successfully. It’s not an easy trip for a girl who doesn’t have a cycling experiences before. Om Eri!! you should proud of your kids.

IMG_0052 IMG_0059

IMG_0060 IMG_0057

At this rest area also we can find some really fresh vegetables from local farmers. I wish I had a basket I can fill in and bring it for souvenirs for my friend. I remember when my friend said one day before that she wanted a basket full with fresh vegetables as a souvenir from my trip.

IMG_0047 IMG_0050

IMG_0051 IMG_0048

After the rest, we came to the next track which full of ascent tracks. Up to this point we had passed a downhill session which is ‘technical’ track. The technical session for coping a difficult track, coping the mud, coping the slippery rocks, coping the steep descents, coping the roots crossing the track, and coping the holes trap on the track, so we could keep our butt on the saddle.

The first uphill challenge is Ngehe’ 1;

IMG_0063

A funny name to express the long 30 degree ascent, the ascent which will make you run out of breath, your chess will be burn and your vision will be blur, and some times you’ll have seven stars circling your head. It’s nearly 700 meters uphill track. it really can make bikers to throw up, and spill the morning breakfast out. I had this track twice, so I can manage my pedaling and breath, and I can cope 75 percent of Ngehe’ 1 safely. For that achievement, I had a refreshment when I almost finishing it: a nice looking lady, wearing red jacket walked in front of me with a smile on her face…hahaha…I take that as a bonus for me!

The next funny thing was when I finished the Ngehe’ 1 along with Om Kus and Mas Yudis at the tea picker hut, there were no body! I had question repeatedly replay on my head: “Where is everybody?” As far as I knew, I was the sweeper, I supposed to be the last bikers in the queue. I tried to communicate with everybody wearing HT, but there was no answer. Another thought crossed in my mind: “May be all other bikers are so strong and they have left Ngehe’ 1 a while ago”. After sometimes, there were a sound from the radio calling my name, and saying that they were left behind. How come? The answer is that they have lost the way for the second time and this time they lost the way for a long distance…LOL. Finally, they showed their face one by one. According to the sound of their breath, they finished Ngehe’ 1 just like what I describe before….hahaha…bravo my friend!

IMG_0074 IMG_0077

IMG_0083 IMG_0087

IMG_0107 IMG_0088

Ngehe’ 1 took so many victims this time; some legs had muscle injured (cramps), some lungs were really burnt, and some faces became so pale.

But after seeing a beautiful panorama of tea plantation from the hut, those pale faces were shifted quickly to become a really happy faces, and they had so many smiles at that time. Just look at the smiles and optimistic faces below:

IMG_0079 IMG_0086 IMG_0092 IMG_0095

IMG_0097 IMG_0099 IMG_0101 IMG_0093

We had 10 minutes at Ngehe 1 station, and we decided to go further to Ngehe’ 2 and planned to have a longer rest there. We decided to do TTB (TunTun Bike – walk with your bike) on this track to save some energy for the next session. But that intention was not happen finally. We were attacked by the bee beetle. Everybody laid down and facing the ground for about 10 minutes. It just like soldiers in the battle field when they get the attacks from the enemy. Some of us ran so fast to get through “the bee’s area”, some succeed but some got injures at the head, face and hands. After some times, the bees were gone. Luckily I brought medicines to overcome the fever caused by the bee strike. We only stayed at Ngehe’ 2 station for only 15 minutes, and we decided to go on.

The tracks after Ngehe’ 2 was a mix of physical endurance and technical ability. There were some uphill track and downhill track.

IMG_0111 IMG_0112

IMG_0114 IMG_0120

We moved slowly, because the energy has gone already. Again, so many cramps and fallings were there, and again, so many pale faces were back. The sound of the bikers were slowly go away and finally only the sounds of dripping water and the whispering of the wind were passing trough the ear. The laugh were not so intense like before. Everybody was so tired already. But at this point I really enjoy the views and the smells of the nature. I could smell the grass and the wild flower fragrant.

But the laughs were back when we got the asphalt road, the sign of the ending session of this trip. And finally we arrived at Gadog and we finished the trip at 03.00 pm. Various menus were waiting for us at the restaurant just beside the finish point. We ate so much and we throw our biggest laugh there, we just got amazed by the wonderful and unforgotten 7 hours trip we just had. We all back home in one piece. Thanks Bro!!!

You can see the other photographs here